Setelah AS, giliran Inggris ancam Suriah

Terbaru  23 Agustus 2012 - 10:50 WIB
David Cameron

PM Inggris David Cameron ikut mengancam Suriah soal senjata kimia.

Pemerintah Inggris akhirnya mengikuti jejak Amerika Serikat dengan mengancam akan melakukan intervensi militer jika pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia untuk menghadapi pasukan pemberontak.

Ancaman Inggris itu dikeluarkan usai pembicaraan telepon antara Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Juru bicara kantor Perdana Menteri di Downing Street 10 mengatakan Cameron dan Obama sepakat bahwa ancaman pemerintah Suriah untuk menggunakan senjata kimia sudah tak bisa diterima.

Dalam pembicaraan itu terlibat juga Presiden Prancis Francois Hollande, ketiga pemimpin itu kemudian mendiskusikan upaya membangun dukungan yang sudah diberikan kepada pemberontak Suriah.

Selain itu, ketiganya juga membahas bantuan untuk transisi pemerintahan setelah kejatuhan Presiden Bashar al-Assad yang menurut mereka tak bisa dihindari.

Masalah para pengungsi Suriah yang melarikan diri ke negara-negara tetangga juga menjadi pembahasan.

"Perdana Menteri juga menegaskan perlunya kerja sama dengan PBB dan komunitas internasional harus berupaya lebih keras demi membuka akses bantuan kemanusiaan lewat desakan PBB," kata juru bicara Kantor PM Inggris.

Mencari alasan

Dalam tajuknya kantor berita Cina, Xin Hua menuding negara-negara Barat hanya mencari-cari alasan untuk melakukan intervensi militer ke Suriah.

Xin Hua juga mengkritik ancaman Presiden Obama dan mengatakan ancaman itu justru akan meningkatkan suhu konflik dan mengurangi peluang penyelesaian politik.

Cina mendesak dilaksanakannya gencatan senjata dan menegaskan mediasi yang disponsori PBB adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik Suriah.

Sebagaimana Rusia, Cina adalah sekutu dekat Suriah. Dan kedua negara ini selalu menghalangi upaya PBB menjatuhkan sanki untuk suriah melalui mekanisme hak veto yang mereka miliki.

Sementara itu sumber di Kementerian Luar Negeri Rusia kepada harian Kommersant mengatakan Moskow sangat yakin Suriah tak memiliki niat untuk menggunakan senjata kimianya.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.