Burma penjara staf PBB yang terlibat bentrokan sektarian

Terbaru  27 Agustus 2012 - 22:55 WIB
Kelompok Rohingya

Kelompok Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine ditahan setibanya di Bangladesh.

PBB mengatakan pengadilan di Burma menjatuhkan hukuman penjara kepada tiga staf organisasi itu karena terlibat dalam kerusuhan sektarian di negara bagian Rakhine.

Juru bicara PBB mengatakan salah seorang dari mereka bekerja untuk badan pengungsi PBB, satu orang di program pangan dunia (WFP) dan seorang lainnya bekerja di organisasi terkait PBB.

Dua di antara mereka dihukum enam tahun dan tiga tahun penjara atas dakwaan pembakaran dan memicu kerusuhan sementara staf yang bekerja di WFP diganjar dua tahun.

"Mereka dapat dibebaskan berdasarkan pengampunan dari presiden," kata pejabat PBB.

Satu orang dari mereka adalah pemeluk Buddha dan dua lainnya Muslim.

Lima staf PBB lain yang ditahan atas tuduhan serupa dibebaskan tanpa dakwaan pertengahan Agustus lalu setelah PBB meminta mereka dibebaskan.

Kecaman dunia

Sejumlah laporan menyebutkan staf PBB yang ditahan adalah warga negara Burma.

Bentrokan antara kelompok Buddha dan Muslim di negara bagian Rakhine menyebabkan puluhan orang dari dua kelompok itu tewas sejak Juni lalu, menurut data pemerintah.

Namun organisasi hak asasi memperkirakan jumlah korban jauh lebih tinggi.

Organisasi HAM yang berkantor di New York, Human Rights Watch menuduh pasukan Burma melepaskan tembakan ke arah warga Muslim Rohingya selama kerusuhan itu.

Sejumlah negara di dunia Islam, termasuk negara yang tergabung dalam Organisasi Konperensi Islam (OKI) mengecam Burma atas kekerasan tersebut dan juga atas perlakukan terhadap Muslim Rohingya yang tidak diakui sebagai warga negara.

Pemerintah Burma menganggap kelompok Rohingnya sebagai pendatang gelap.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.