Salafi Tunisia serbu hotel yang menjual alkohol

Terbaru  5 September 2012 - 16:52 WIB
getty salafi tunisia

Beberapa cabang Salafi menginginkan penerapan syariah

Muslim garis keras yang dikenal dengan nama Salafi menyerang sebuah hotel di kota Sidi Bouzid, Tunisia, karena bar hotel masih menyediakan alkohol.

Belasan aktivis membanting botol dan mengejar para pelanggan di hotel Horchani.

Menjual dan mengkonsumsi alkohol legal di Tunisia, yang merupakan salah satu negara tujuan wisata populer.

Negara itu baru-baru ini menyaksikan kebangkitan Islam garis keras sejak Presiden Ben Ali tersingkir.

Sidi Bouzid adalah pusat revolusi Tunisia, yang mengakhiri kekuasaan sekuler dan memicu Kebangkitan Arab.

Ancaman

Pemilik hotel Jamil Horchani mengatakan pada kantor berita Reuters bahwa Salafi "menyerang hotel pada Minggu malam dan menghancurkan segala isinya. Mereka memasuki ruangan dan menghancurkan furnitur serta membanting botol-botol akohol."

Mereka sebelumnya mengancam akan menyerang hotel jika ia tidak berhenti menyajikan minuman beralkohol.

Bulan Mei lalu, Salafi di kota Sidi Bouzid mengadakan aksi anti alkohol dan menuntut hotel serta bar direlokasi keluar kota, sekitar 300 km di sebelah barat ibukota Tunis.

Revolusi Tunisia terjadi pada Januari 2011 dan menggulingkan Presiden Zine el-Abidine Ben Ali dan mengilhami gelombang pro demokrasi di seluruh Afrika Utara dan Timur Tengah.

Tetapi sejak pemerintahan terguling, fundamentalis Salafi mendapat kekuasaan lebih besar.

Cabang-cabang radikal gerakan itu meminta penerapan kembali hukum syariah di Tunisia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.