Kebakaran di Pakistan tewaskan 215 orang

Terbaru  12 September 2012 - 18:19 WIB
Kebakaran di Karachi

Banyak korban dalam kebakaran di Karachi ini sulit dikenali.

Lebih dari 190 orang tewas, banyak lainnya luka-luka, dalam kebakaran di sebuah pabrik pakaian di kota terbesar Pakistan, Karachi, pada Selasa malam (11/09).

Sejumlah saksi mata mengatakan orang-orang mencoba menyelamatkan diri dengan bergelantungan di jendela dan melompat dari atap gedung bertingkat yang terbakar.

"Para korban tidak bisa bernafas akibat tebalnya asap beracun. Mereka tewas dan kemudian terbakar," kata Ehtesham Salim, Kepala Dinas Kebakaran Karachi.

Ia menjelaskan jendela-jendela di pabrik tersebut ditutup dengan terali besi dan pabrik juga tidak memiliki jalur evakuasi yang memadai.

Ehtishamud Deen, salah seorang petugas pemadam kebakaran, mengatakan timnya mencoba menyelamatkan sekitar 20 orang yang terperangkap di lantai empat dan di ruang bawah tanah.

Bergerak cepat

Tak kurang dari 40 mobil pemadam kebakaran dikerahkan sepanjang Selasa malam untuk mencoba memadamkan api.

"Para korban tidak bisa bernafas akibat tebalnya asap beracun. Mereka tewas dan kemudian terbakar."

Ehtesham Salim

Beberapa karyawan yang selamat mengatakan api menjalar dengan sangat cepat.

"Tiba-tiba saja seluruh lantai dipenuhi api dan asap. Panasnya sangat terasa. Saya berlari ke arah jendela, merusak terali besi, memecahkan kaca, dan melompat keluar," kata Mohammad Saleem kepada kantor berita AFP.

"Saya jatuh ke tanah dan rasanya sakit sekali. Banyak karyawan yang melompat seperti saya," imbuhnya.

Di lokasi kejadian, Mohammad Hussain Syed, pejabat pemerintah kota Karachi, mengatakan jumlah korban belum bisa dipastikan.

"Beberapa jenazah rusak berat dan sulit dikenali," katanya.

"Salah satu cara untuk mengidentifikasi korban adalah dengan tes DNA. Ini perusahaan besar dan banyak orang yang bekerja di sini," katanya.

Diyakini ini adalah kebakaran dengan korban jiwa terbesar di Pakistan dalam sepuluh tahun terakhir.

Sementara itu di Lahore kabakaran di pabrik sepatu menewaskan 25 orang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.