Salah seorang pemimpin Khmer Merah tidak sehat untuk diadili

Terbaru  13 September 2012 - 16:08 WIB
Ieng Thirith dalam pengadilan Khmer Merah di Kamboja.

Ieng Thirith sempat didakwa namun kemudian pengadilan memutuskan dia tidak cukup sehat.

Pengadilan Kamboja yang didukung PBB untuk genosida memerintahkan pembebasan Ieng Thirith dengan mengatakan dia tidak cukup sehat untuk diadili.

Ieng Thirith disebut mengidap Alzheimer dan tidak ada prospek baginya untuk diadili dalam 'waktu yang terlihat di masa depan'.

"Berdasarkan laporan dan keterangan ahli kesehatan yang ditunjuk pengadilan, Majelis Pengadilan hari ini menegaskan kembali temuan sebelumnya bahwa tertuduh Ieng Thirith menderita penyakit kemunduran yang progresif (seperti Alzheimer) dan dia tetap tidak sehat untuk menghadapi pengadilan," seperti tertulis dalam pernyataan pengadilan.

Bagaimanapun pengadilan menegaskan keputusan itu tidak berhubungan dengan bersalah atau tidaknya tertuduh.

Dengan demikian Ieng Thirith akan dibebaskan dari penjara dalam waktu 24 jam jika jaksa tidak mengajukan banding.

Perempuan berusia 80 tahun itu menjabat menteri urusan sosial pada masa pemerintahan Khmer Merah.

Di bawah pemerintahan Khmer Merah pada 1975-1979, rakyat Kamboja dikirim untuk bekerja di bawah paksaan di lahan-lahan pertanian dan diperkirakan sekitar dua juta orang mati, akibat kelaparan, penyakit, maupun dibunuh atau disiksa.

Kaing Guek Eav atau Duch

Baru Duch yang dijatuhi hukuman penjara dalam kasus genosida Khmer Merah.

Pemimpin Khmer Merah, Pol Pot, ingin membangun masyarakat petani yang diimpikan pemimpin Cina, Mao Tse-tung, namun kemudian melakukan genosida dengan memusnahkan orang-orang yang dianggap sebagai ancaman.

Duch sudah dihukum

Tiga pemimpin Khmer Merah lainnya yang masih hidup sedang menghadapi pengadilan kejahatan atas kemanusiaan.

Nuon Chea, Khieu Samphan, dan Ieng Sary menolak semua dakwaan yang diajukan kepada mereka.

Ieng Thirith -yang merupakan istri Ieng Sary- merupakan perempuan yang paling berpengaruh dalam kepemimpinan puncak Khmer Merah dan dia juga sudah berulang kali membantah dakwaan atasnya.

Bagaimanapun jaksa penuntut mengatakan paling tidak dia mengetahui bahwa orang-orang mati akibat kelaparan dan penyakit di pertanian komunal namun tidak melakukan apa pun untuk menghentikannya.

Salah seorang saudara perempuannya menikah dengan Pol Pot, yang meninggal sebelum sempat diadili.

Sejauh ini baru seorang pemimpin senior Khmer Merah yang sudah dijatuhi hukuman sehubungan dengan genosida tersebut.

Kaing Guek Eav atau Duch -yang merupakan kepala penjara, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 2010 karena mengelola sebuah penjara yang terkenal sangat kejam.

Ribuan orang diketahui tewas di tahanan tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.