Wabah Ebola di Kongo tewaskan 31 orang

Terbaru  13 September 2012 - 21:50 WIB
Virus Ebola

Virus Ebola di Kongo pertama kali diidentifikasi pada pertengahan Agustus 2012.

Badan Kesehatan Dunia, WHO, mengatakan wabah virus Ebola di Republik Demokratik Kongo hingga kini menewaskan 31 orang dan lebih dari 70 lainnya terinfeksi.

Juru bicara WHO mengatakan situasinya kini amat serius di kota Isiro dan Viadana di Provinsi Orientale, di kawasan timur laut Kongo.

"Wabah ini tidak terkendali. Sebaliknya, situasinya amat, amat serius," tutur juru bicara WHO di Kinshasa, Eugene Kabambi, kepada kantor berita Reuters.

"Jika tidak diambil tindakan sekarang, maka penyakit akan mencapai tempat lain dan bahkan kota-kota besar terancam," tambahnya.

Jumlah korban jiwa yang tercatat WHO ini meningkat pesat hampir dua kali lipat dibanding sebelumnya, dan lima di antara korban jiwa adalah petugas kesehatan.

Namun Menteri Kesehatan Kongo, Felix Kabange Numbi, kepada kantor berita AFP mengatakan peningkatan jumlah koraban jiwa merupakan hasil penelitian menyeluruh yang dilakukan komite internasional yang melakukan koordinasi untuk mengatasi wabah Ebola di negara itu.

Wabah di Uganda

"Jika tidak yang dilakukan sekarang, maka penyakit akan mencapai tempat lain dan bahkan kota-kota besar terancam."

Eugene Kabambi

Wabah tersebut pertama kali diidentifikasi pada pertengahan Agustus di Provinsi Orientale dengan korban sembilan jiwa.

Namun komite memperkirakan kemungkinan virus itu sudah mulai menyebar sejak awal Mei sampai saat ini.

Sebelum ditemukan di Republik Demokratik Kongo, wabah Ebola ini menyerang Uganda dan menewaskan 16 orang.

Provinsi Orientale memiliki perbatasan dengan Uganda walau lembaga kesehatan Prancis, Medicins sans Frontiers, sebelumnya mengatakan wabah di Kongo dan Uganda tidak berkaitan satu sama lain.

Virus Ebola -yang diambil dari nama sebuah sungai kecil di Kongo- merupakan penyakit yang mengancam jiwa dan sekitar 50-90% penderita umumnya meninggal dunia.

Virus ini disebarkan ke tubuh manusia dari monyet maupun unggas serta menyebabkan pendarahan internal dan penyebaran di kalangan manusia melalui kontak langsung.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.