Jepang akan hapus pembangkit nuklir

Terbaru  14 September 2012 - 16:40 WIB
Fukushima

Bencana Fukushima menyebabkan terguncangnya kepercayaan rakyat atas keselamatan nuklir.

Jepang mengumumkan rencana untuk menghapus pembangkit tenaga nuklir dalam tiga dekade mendatang, kebijakan besar setelah bencana Fukushima.

Berdasarkan usulan yang diajukan panel pemerintah, reaktor-reaktor nuklir untuk memasok energi Jepang akan ditutup sama sekali tahun 2040.

Pembangkit Fukushima rusak 18 bulan lalu menyusul gempa dan tsunami dan menyebabkan krisis nuklir terparah dalam seperempat abad.

Bencana Fukushima menyebabkan banyak pihak yang khawatir atas keamanan nuklir dan sangat mengguncang kepercayaan penduduk terhadap pemerintah dan industri nuklir.

Keputusan ini diambil setelah pertemuan para menteri kabinet untuk menetapkan rencana jangka panjang terkait energi nuklir.

Namun untuk sementara ini Perdana Menteri Yoshohiko Noda akan mengusulkan reaktor-reaktor yang dianggap aman dapat diaktifkan kembali untuk menjamin keberlangsungan pasok listrik.

Tetapi gerakan antinuklir yang terus berkembang diperkirakan akan menolak usulan itu.

Kehilangan mata pencaharian

Meningkatnya protes antinuklir menyebabkan pemerintah dan operator pembangkit nuklir kesulitan untuk memeriksa keselamatan reaktor-reaktor nuklir.

Awal Mei lalu, 50 reaktor nuklir Jepang ditutup dan akibatnya impor minyak dan gas untuk pembangkit listrik meningkat.

Pemerintahan pimpinan PM Noda juga menghadapi penentangan dari industri yang khawatir atas meningkatnya biaya energi akibat krisis pembangkit ini.

Penduduk di kota-kota tempat 50 reaktor nuklir yang terletak di kawasan pesisir juga mengeluh kehilangan mata pencaharian.

Dengan menerapkan batas waktu 40 tahun untuk reaktor nuklir, sebagian besar pembangkit akan ditutup pada tahun 2030-an.

Jepang adalah pengguna pembangkit nuklir ketiga terbesar sebelum terjadi bencana Fukushima.

Dalam upaya untuk menghapus pembangkit nuklir secara bertahap ini, Jepang bertujuan untuk menggunakan energi terbarukan sebanyak 30%.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.