Jepang tuntut Cina lindungi warganya

Terbaru  16 September 2012 - 11:41 WIB
Demo anti Jepang

Pemerintah Jepang mengkhawatirkan keselamatan warganya di Cina.

Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda menyerukan pada Cina agar menjamin keselamatan warga dan pebisnis negeri matahari terbit yang berada disana.

Permintaan ini muncul sebagai reaksi atas memanasnya aksi demo di sejumlah kota di Cina yang diikuti dengan serangkaian aksi perusakan terhadap aset berbau Jepang di negeri itu.

Hubungan kedua negara memburuk setahun terakhir setelah konflik Laut Cina Selatan kembali mengemuka dan belum menemukan jalan tengah.

Dalam pernyataan terakhirnya pemerintah Jepang menyebut berhak atas kepemilikan tiga pulau yang disengketakan (yang disebut Pulau Senkaku dalam bahasa Jepang dan Diaoyu dalam bahasa Cina) dari pemilik pulau sebelumnya, seorang pebisnis warga Jepang.

Pulau itu menjadi biang sengketa antara lain karena diperkirakan kaya dengan kandungan gas.

Dalam demonstrasi hari Sabtu (15/9), massa yang marah menyerbu kantor kedutaan besar Jepang di Beijing, melempari bangunan kedutaan dengan bebatuan. Di kota-kota lain toko-toko milik warga Jepang dijarah sementara kendaraan bermerk Jepang dirusak dan dibakar.

Hari Minggu (16/9) aksi demo kembali berlangsung di Beijing dan sejumlah kota lainnya di Cina. Kantor berita Reuters menulis polisi harus menyemprotkan gas air mata dan menyemburkan meriam air untuk memecah kepadatan ribuan demonstran di kota Shenzhen bagian selatan Cina, dekat Hong Kong.

Menurut kantor berita Kyodo, skala aksi demonstrasi kali ini merupakan yang terbesar sejak dua negara ini menormalisir hubungan diplomatiknya tahun 1972.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.