Tolak ritel asing, menteri India ancam mogok

Terbaru  17 September 2012 - 12:43 WIB
india rally

Protes menentang rencana investasi asing itu telah beberapa kali dilakukan

Partai Kongres Trinamool India menuntut pemerintah India membatalkan pemberian izin pada jaringan supermarket asing atau mereka akan mundur dari pemerintahan.

Secara terpisah, partai-partai oposisi India telah menyerukan mogok kerja nasional untuk memprotes keputusan yang dikhawatirkan akan membuat bangkrut toko-toko kecil.

Delhi mengatakan masuknya jaringan supermarket asing sangat penting untuk menghidupkan kembali perekonomian.

Tahun lalu, pemerintah juga dipaksa membatalkan rencana serupa menyusul protes besar.

Hari Sabtu lalu, Mamata Banerjee, pemimpin partai Kongres Trinamool dan menteri kepala negara bagian Bengal Barat, memberikan Delhi 72 jam untuk membatalkan kebijakan tersebut dan memperingatkan bahwa ia akan mundur dari pemerintahan.

Laporan-laporan media setempat mengatakan para menteri federal yang berasal dari partai akan mengumumkan pengunduran mereka, tetapi Banerjee kemungkinan akan terus mendukung pemerintah.

Banerjee mengatakan partainya harus mengambil "keputusan berat" jika pemerintah federal tidak membatalkan keputusan mereka untuk membuka sektor ritel.

Di bawah proposal pemerintah, perusahaan-perusahaan global seperti Walmart dan Tesco dapat memiliki 51% saham di ritel multibrand.

Ritel multinasional telah memiliki sejumlah outlet di India, tetapi mereka berbisnis dengan ritel-ritel yang lebih kecil. Keputusan ini membuat mereka dapat menjual langsung ke konsumen.

Perdana Menteri India Manmohan Singh telah mengatakan bahwa reformasi "akan membantu memperkuat proses pertumbuhan kita dan menyerap tenaga kerja di saat yang sulit ini."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.