Pemimpin Hisbullah pimpin demo film anti-Islam

Terbaru  18 September 2012 - 07:52 WIB

Hassan Nasrallah terakhir kali tampil dipublik Desember 2011 silam.

Pemimpin Hisbullah Libanon tampil di depan publik untuk pertama kalinya sejak Desember 2011 dalam aksi protes menentang film amatir anti-Islam.

Saat menggelar aksi di Beirut, Sheikh Hassan Nasrallah mengatakan AS akan menghadapi dampak ''yang sangat serius'' jika mengijinkan film Innocence of Islam dirilis secara penuh.

Hingga saat ini aksi massa di sejumlah negara Muslim terus berlangsung dan berakhir dengan rusuh.

Sedikitnya satu pendemo tewas dalam aksi protes di Pakistan, dan di Indonesia polisi menembakkan gas air mata guna membubarkan massa pendemo di depan kedutaan AS di Jakarta, lima orang ditangkap.

Sedangkan di Kabul Afghanistan polisi menembakkan senjata dan mobil polisi dibakar.

Serangan terburuk

Di Beirut, Hassan Nasrallah berorasi di depan massa pendemo di kantung Hisbullah di bagian selatan Libanon.

Dia mengatakan, dunia tidak memahami ''luasnya penghinaan'' yang disebabkan oleh ''serangan terburuk terhadap Islam''.

Sangat jarang bagi seorang pemimpin dari kelompok militan Syiah Muslim ini tampil di publik, biasanya dia berpidato ke para pendukungnya melalui jaringan video karena takut dibunuh.

"Serangan terburuk terhadap Islam"

Hasan Nasrallah

Puluhan ribu pendukung Hisbullah menggelar aksi masa secara terpisah.

Wartawan BBC di Beirut melaporkan, berbeda dengan aksi protes sebelumnya termasuk di Libanon utara yang menimbulkan satu korban jiwa, dalam aksi kali ini tidak ada kekerasan.

Sheikh Nasrallah sebelumnya menyerukan aksi sepekan, bukan hanya terhadap kedutaan Amerika, tetapi juga menekan pemerintahan Muslim lainnya untuk mengungkapkan kemarahan ke AS.

Film buruk

Sejumlah aksi film amatir anti-Islam di sejumlah negara berakhir rusuh.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC, mantan PM Inggris Tony Blair mengatakan film tersebut ''salah dan menyinggung tetapi juga hasil karya film yang layak ditertawakan.''

"Apa yang berbahaya dan salah adalah reaksi atas film itu,'' kata Blair, yang sekarang menjabat sebagai duta perdamaian Timur Tengah.

Hingga saat ini asal film ini masih menjadi misteri, meski seorang lelaki bernama Nakoula Basseley Nakoula, seorang yang diduga sebagai penipu di California telah diinterogasi oleh polisi atas kemungkinan keterlibatannya dalam film ini.

Lebih dari selusin orang tewas dalam aksi massa yang berlangsung sejak Selasa pekan lalu yang dipicu oleh tayangan cuplikan film dengan kualitas buruk berjudul Innocence of Muslims.

Sejumlah negara telah melakukan pemblokiran atas konten film tersebut seperti India dan Indonesia termasuk Libia dan Mesir.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.