Suu Kyi minta sanksi atas Burma diringankan

Terbaru  19 September 2012 - 12:56 WIB
suu kyi, clinton

Aung San Suu Kyi berada di Washington dalam kunjungan bersejarah ke AS

Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi dalam kunjungan ke AS mengatakan ia berharap sanksi atas Burma diringankan.

Pernyataan itu disampaikan usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton.

Clinton juga memperingatkan pemerintah Burma agar tidak "mundur."

Sanksi Barat atas Burma sudah diringankan sejak pemerintah baru mulai menerapkan reformasi politik dan sosial.

Dalam pidato di Institut Perdamaian AS di Washington, Aung San Suu Kyi mengatakan Burma telah menyingkirkan "halangan pertama", dan menambahkan bahwa sanksi harus lebih diringankan lagi sebagai bagian kemitraan dengan AS.

"Saya mendukung upaya untuk meringankan sanksi, karena saya yakin rakyat kami mulai dapat bertanggungjawab atas nasib mereka sendiri," kata dia.

"Pada akhirnya, kami harus membangun demokrasi kami sendiri."

'Memajukan reformasi'

Aung San Suu Kyi yang dibebaskan dari tahanan rumah pada 2011 dan kini adalah anggota parlemen, tiba di AS pada hari Senin untuk kunjungan pertama ke negara itu dalam dua dekade.

Juli lalu, Presiden AS Barack Obama mengumumkan bahwa perusahaan-perusahaan AS kini akan diizinkan untuk "melakukan bisnis di Burma secara bertanggungjawab."

Presiden Burma Thein Sein mendesak negara-negara Barat untuk mencabut semua sanksi atas negaranya.

Ia juga akan berada di AS pekan depan pasca kunjungan resmi ke Cina.

Sejak 2010, pemerintahan Thein Sein telah melihat transisi dari kekuasaan otoriter menjadi sistem yang lebih inklusif.

Uni Eropa, Australia dan negara-negara lain telah lebih dulu meringankan sanksi atas negara itu.

Sementara itu Clinton memperingatkan kemungkinan negara itu mengalami 'kemunduran' jika kepemimpinan militer tidak membawa reformasi baru.

Ia juga mengatakan pemerintah dan oposisi Burma "perlu melanjutkan kerja sama untuk menyatukan negara, menyembuhkan luka-luka masa lalu dan memajukan reformasi."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.