Redaktur dan penerbit Burma didakwa memfitnah

Terbaru  20 September 2012 - 22:10 WIB
Percetakan di Burma

Pemerintah sebelumnya berjanji mewujudkan kebebasan pers di Burma.

Redaktur dan penerbit jurnal independen Burma dikenai dakwaan memfitnah setelah menerbitkan berita tentang dugaan korupsi di lingkungan pemerintah.

Kasus tersebut diajukan oleh Kementerian Pertambangan Burma terhadap jurnal The Voice Weekly terkait tulisan yang menyebutkan bahwa Kantor Pemeriksa Keuangan telah menemukan penyalahgunaan dana dan penipuan di Kementerian Pertambangan.

Pengadilan Dagon di Rangoon mengatakan pada Kamis (20/09) bahwa kasus gugatan terhadap jurnal mingguan itu akan disidang pada 5 Oktober mendatang.

Kepastian dakwaan juga disampaikan oleh pemimpin redaksi The Voice Weekly, Kyaw Min Swe.

"Pengadilan menerima dakwaan," katanya seperti dikutip kantor berita AFP.

Dia menyerukan perlunya perlindungan bagi wartawan yang "menulis demi kepentingan rakyat".

Pemerintah reformis Burma dukungan militer baru-baru ini melonggarkan pembatasan terhadap media dalam negeri, yang sejak lama dipandang sebagai media yang paling banyak mengalami sensor di dunia.

Namun gugatan hukum terhadap media masih terjadi. Pada Maret 2012, pemerintah menuntut The Voice Weekly terkait dugaan penyelahgunaan dan penyimpangan keuangan di Kementeruan Informasi, Pertanian, Industri dan Pertambangan dari 2009-2011.

Tulisan itu mengutip laporan Badan Pemeriksa Keuangan yang disampaikan kepada Komite Akuntabilitas Publik di parlemen.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.