Lusinan tewas dalam ledakan di Mogadishu

Terbaru  21 September 2012 - 09:26 WIB

Banyak korban mengalami luka yang sangat parah.

Dua bom bunuh terjadi di sebuah restoran di ibukota Somalia, Mogadishu, menewaskan sedikitnya 14 orang.

Korban tewas termasuk mantan editor TV Nasional Somalia, Liban Ali Nur, dua wartawan lainnya dan dua polisi.

Sejauh ini belum ada kelompok militan yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang berlangsung di pusat kota, dekat istana kepresidenan.

Tetapi pasukan pemerintah Somalia mengatakan serangan ini kemungkinan dilakukan oleh kelompok Islamis al-Shabab, yang menguasai kawasan pelabuhan Kismayo.

Kelompok militan ini berhasil diusir keluar daru Mogadishu pada tahun lalu, tetapi mereka beberapa kali melakukan serangan di kota.

Dan meski al-Shabab telah kehilangan sejumlah kantong kekuasaan, tetapi mereka masih menguasai sebagian besar kawasan selatan dan pusat Somalia.

Badan pengungsi PBB melaporkan jumlah pengungsi yang kabur dari kawasan Kismayo meningkat dari beberapa lusin menjadi lebih dari 1.000 dalam sehari saat pasukan pemerintah menggelar operasi keamanan di kawasan itu.

Dua ledakan

"Pelanggan saya tewas. Semua orang yang tak berdosa ini. Saya tidak menghitungnya, jenazah mereka ada di depan saya"

Ahmed Jama

Serangan dua bom bunuh diri Kamis (20/09) di restoran Village merupakan yang kedua sejak presiden baru disumpah pekan lalu.

Restoran ini dimiliki oleh Ahmed Jama seorang pengusaha Somalia yang baru kembali dari Inggris.

Sejumlah laporan mengatakan satu pembom bunuh diri meledakkan diri di dalam, dan kemudian pembom kedua meledak saat kerumunan massa berkumpul dekat restoran.

Ahmed Jama kepada kantor berita Reuters mengatakan ''kerabat saya, yang saya berikan pekerjaan disini, telah tewas.''

"Pelanggan saya tewas. Semua orang yang tak berdosa ini. Saya tidak menghitungnya, jenazah mereka ada di depan saya,'' katanya.

Wartawan BBC di Mogadishu yang berada di lokasi ledakan melaporkan ada enam jenazah di restoran yang berlokasi di seberang gedung bioskop.

Restoran ini merupakan tempat populer yang sering dikunjungi pegawai negeri sipil dan para wartawan.

"Ada banyak yang terluka, kebanyakan dengan luka sangat parah,'' kata Hassan Ibrahim Abdullahi seorang saksi mata kepada AFP.

Sejak menggulingkan Presiden Siad Barre di tahun 1991, Somalia menjadi perebutan panglima perang dan militan Islam.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.