Siemens bantah tudingan Iran

Terbaru  24 September 2012 - 09:06 WIB
peta nuklir iran

Anggota Parlemen Iran mengatakan alat peledak berhasil ditemukan pada instalasi nuklir negara itu.

Perusahaan rekayasa teknik asal Jerman, Siemens membantah tuduhan Iran yang menyebutkan mereka menanam alat peledak pada perangkat nuklir milik negara itu.

Dalam pernyataannya Siemens mengatakan mereka tidak mempunyai ikatan bisnis dengan proyek pengembangan nuklir Iran.

"Siemens menolak tuduhan itu dan menekankan bahwa kami tidak punya ikatan bisnis dengan program nuklir Iran," kata juru bicara Siemens, Alexander Machowetz.

Seorang anggota parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi sebelumnya mengatakan alat peledak itu ditemukan sebelum berhasil meledak.

Namun Boroujerdi tidak menjelaskan dari mana perangkat itu bisa berada di Iran.

Iran hingga saat ini masih menjalani sanksi dari PBB karena persoalan pengembangan nuklir.

Siap hadapi ancaman

Negara tersebut juga terlibat pertikaian dengan sejumlah negara barat yang menuding mereka melakukan pengembangan senjata nuklir.

Badan pengawasa nuklir PBB, IAEA telah meminta negara itu menghentikan program pengayaan nuklir mereka.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bahkan mengklaim kepada sejumlah negara bahwa Iran hanya dalam waktu 6 atau 7 bulan lagi akan memproduksi uranium yang cukup untuk memproduksi bom nuklir.

Netanyahu dalam beberapa kesempatan juga mendesak AS untuk memberikan semacam garis merah bagi Iran yang jika dilanggar bisa segera ditindaklanjuti dengan intervensi militer.

Iran telah membantah semua tuduhan negara barat dan mengatakan bahwa program nuklirnya digunakan untuk tujuan damai.

Mereka mengatakan siap memberikan perlawanan jika diserang oleh Israel atau negara manapun.

Salah satu Komandan Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan jika konflik bersenjata benar terjadi maka menurutnya akan berlangsung Perang Dunia III.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.