Mata uang Iran capai 'rekor terendah baru'

Terbaru  2 Oktober 2012 - 19:23 WIB
Rial

Rial terus melemah di pasar mata uang selama beberapa hari terakhir.

Mata uang Iran rial terus menurun terhadap dolar Amerika Serikat dengan penurunan sekitar 10% dalam perdagangan sesi pagi, Selasa, 2 Oktober.

Beberapa laporan menyebutkan rial penurunan dalam perdagangan Selasa mencapai 10% menyusul penurunan pada Senin sebesar 18%.

Mata uang diperdagangkan pada tingkat 35.000 hingga 37.000 per satu dolar Amerika Serikat. Dibanding nilai tahun lalu, nilai rial saat ini turun lebih dari 80%.

Menteri Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan Iran Mehdi Ghazanfari menuding para spekulan berada di balik penurunan rial dan berharap pihak berwenang bisa mengawasi praktek mereka.

"Kami sangat berharap aparat keamanan akan mengontrol cabang-cabang dan sumber-sumber gangguan di pasar valuta," tegasnya seperti dikutip kantor berita Iran, Fars.

"Para pialang di pasar juga berusaha menaikan harga karena akan menguntungkan mereka, dan tak ada seorang pun yang mengawasi mereka," tambah Ghazanfari.

Di tengah anjloknya rial, bank sentral Iran memberlakukan pembatasan mata uang asing yang boleh dibawa masuk atau ke luar dari Iran. Setiap orang tidak boleh membawa lebih dari US$5.000.

Sanksi ekonomi

"Para pialang di pasar juga berusaha menaikan harga karena akan menguntungkan mereka, dan tak ada seorang pun yang mengawasi mereka."

Mehdi Ghazanfari

Dampak penurunan mata uang ini langsung dirasakan penduduk Iran.

"Kami adalah penyewa rumah dan dampak pertama penurunan nilai mata uang ini adalah kenaikan sewa, dan kemudian dampaknya merembet ke sisi-sisi lain, misalnya kami tidak bisa berlibur sesering dulu," kata seorang warga di Teheran.

Seorang warga lain, Mahmoud, mengatakan dia curiga mengapa pemerintah atau pihak berwenang tidak membicarakan masalah itu tetapi justru berdiam diri.

"Saya asumsikan mereka menginginkan nilai mata uang menyentuh titik terendah agar setelah beberapa waktu mereka bisa memangkas harga setengahnya. Jadi nilainya akan lebih tinggi dari sebelumnya dan pemerintah akan mengisyaratkan kepada rakyat bahwa pemerintah telah mencapai keberhasilan besar," tutur Mahmoud.

Amerika Serikat mengatakan Iran mengalami dampak buruk akibat sanksi ekonomi terkait program nuklirnya. Iran membantah keras tuduhan Barat bahwa negara itu berusaha mengembangkan senjata nuklir.

Wartawan BBC, Amir Paivar, mengatakan sebagai akibat dari sanksi ekonomi, pendapatan Iran dari ekspor minyak turun 45% tahun ini sehingga menyebabkan kelangkaan dolar dan mata uang asing lainnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.