Peretas serang Gedung Putih

Terbaru  2 Oktober 2012 - 11:18 WIB
gedung putih

Gedung Putih mengatakan serangan tidak mampu menembus sistem penyimpanan data rahasia mereka.

Gedung Putih membenarkan sistem jaringan mereka telah menjadi sasaran aksi serangan cyber namun aksi itu hanya mampu mengenai sistem jaringan terbuka dan tidak masuk kategori rahasia.

Seorang pejabat gedung putih yang tidak bersedia disebutkan identitasnya mengatakan kepada media di AS bahwa tidak ada indikasi yang menunjukan ada data milik gedung putih yang berhasil dcuri oleh pelaku aksi serangan itu.

Sebelumnya situs yang dikelola kelompok konservatif AS, Washington Free Beacon pada hari Minggu (30/09) mengatakan serangan terhadap sistem jaringan komputer Gedung Putih dilakukan oleh peretas atau hacker asal Cina.

Dalam aksinya menurut situs tersebut para peretas berhasil menembus sistem jaringan komputer kantor militer di Gedung Putih.

Namun sejauh ini pejabat Gedung Putih tidak mengatakan bahwa aksi serangan itu terkait dengan peretas dari Cina, mereka hanya menggambarkan serangan dilakukan dengan cara yang lazim disebut sebagai spear-phishing.

Spear-phishing merupakan bentuk umum peretasan di mana seorang peretas akan mengirim email ke suatu sasaran yang disertai tautan di dalamnya.

Pencurian sistematis

Biasanya jika penerima membuka tautan di dalam email maka perangkat lunak yang berada dalam tautan itu akan menyusup ke dalam sistem komputer penerima.

Pejabat Gedung Putih itu juga mengatakan bahwa upaya serangan seperti ini kerap muncul dan mereka telah menerapkan upaya pemindahan data ketika serangaan seperti terjadi.

Pejabat Kementerian Pertahanan AS yang menangani urusan keamanan jaringan mengatakan pemerintah negara itu belakangan mulai menkhawatirkan aksi serangan yang dilakukan oleh sejumlah peretas asal Cina.

Aksi serangan itu kerap menyasar sistem jaringan komputer pada sejumlah kantor kementerian termasuk juga Pentagon.

Pemerintah AS bahkan mengatakan upaya serangan pada sistem jaringan Departemanan Pertahanan berlangsung secara terus menerus.

Pada tahun 2011 pengelola Google menuding hacker asal Cina melakukan aksi phishing yang menyasar ratusan pemilik akun gmail termasuk diantaranya yang menjadi korban adalah sejumlah pejabat pemerintahan AS dan anggota militer negara itu.

Tudingan terus berlanjut setelah pada November lalu seorang pejabat intelijen senior AS untuk pertama kalinya secara terbuka mengatakan Cina secara sistematis berupaya mencuri teknologi AS untuk kepentingan mereka.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.