Puluhan ribu petambang Afrika Selatan dipecat

Terbaru  6 Oktober 2012 - 12:40 WIB

Aksi mogok menyebabkan kekerasan dan menewaskan puluhan petambang.

Produsen platinum terbesar dunia, Anglo American Platinum, Amplats, memecat 12.000 petambang Afrika Selatan yang melakukan aksi mogok menuntut kenaikan gaji.

Amplats mengatakan aksi mogok ilegal yang dilakukan 28.000 pekerja selama tiga pekan di Rustenburg menyebabkan perusahaan merugi sekitar $82 juta.

Aksi mogok pekerja tambang platinum di Afrika Selatan dalam beberapa pekan terakhir ini juga menyebabkan kekerasan yang menewaskan sejumlah petugas dan petambang.

Sekitar 34 petambang platinum ditembak mati oleh polisi pada 16 Agustus silam.

Aksi terpisah masih terus berlangsung di tambang lainnya, GoldFields, yang merupakan tambang emas terbesar ke empat di dunia.

Selasa (02/10), GoldFields mengusir 5.000 karyawan dari asrama perusahaan, dengan alasan mengintimidasi para pekerja lain untuk ikut melakukan aksi.

Secara keseluruhan, sekitar 7.500 petambang yang saat ini tengah menggelar aksi mogok di sektor emas dan platinum.

Dengan angka pengangguran di Afrika Selatan yang telah mencapai 24%, maka aksi mogok ini akan menjadi pukulan baik terhadap pelemahan pertumbuhan ekonomi dan reputasi Presiden Jacob Zuma sebagai pemimpin, demikian laporan wartawan BBC di Johannesburg.

Partai ANC yang berkuasa di pemerintahan akan menggelar pemilihan ketua, Desember mendatang, dan sejumlah anggota telah meminta Zuma untuk diganti oleh wakilnya Kgalema Motlanthe.

'Memalukan negara'

Komisi penyelidikan dibentuk untuk mengungkap kasus kematian dalam aksi mogok petambang.

Dalam sebuah pernyataan Amplats mengatakan para petambang melakukan tindakan indisipliner, oleh karena itu harus dipecat.

Dengan angka kehadiran petambang yang kurang dari 20% maka operasi tambang di Rustenburg tidak berjalan dengan layak.

Para pekerja semestinya hadir dalam sidang indisipliner pada hari Jumat, dan memiliki waktu tiga hari untuk banding, tetapi mereka menolak untuk hadir, kata perusahaan itu.

"Amplats memalukan dan mengecewakan bagi negara, sebuah perwakilan dari monopoli yang tak tersentuh dan tidak peduli dengan kaum miskin"

Liga Pemuda ANC

"Sekitar 12.000 petambang yang melakukan aksi mogok memilih untuk tidak hadir di persidangan, oleh karena itu mereka dipecat.''

Kepala eksekutif Amplats Chris Griffith mengatakan perusahaan tetap berkomitmen untuk ''menjajaki kemungkinan membawa negosiasi upah dalam perjanjian saat ini''.

Sementara itu aksi pemecatan massal ini dikritik oleh Liga Pemuda ANC yang mengatakan ''sangat terganggu dan marah atas alasan pemecatan yang irasional dan tidak logis.''

"Aksi ini menunjukkan insensitifitas perusahaan.. yang telah menghasilkan keuntungan besar di atas tumpahan darah, keringat dan air mata dari pekerja yang saat ini dipecat dengan impunitas,'' kata Liga Pemuda ANC.

"Amplats memalukan dan mengecewakan bagi negara, sebuah perwakilan dari monopoli yang tak tersentuh dan tidak peduli dengan kaum miskin,'' demikian isi pernyataan Liga Pemuda ANC.

Liga Pemuda ini juga menyatakan solidaritas atas pekerja yang dipecat dan meminta adanya ''semua kekuatan progresif'' untuk mendesak agar petambang kembali dipekerjakan.

Dalam perkembangan lain, Jumat (05/10) seorang pemimpin serikat pekerja ditembak mati di Marikana, dekat tambang platinum Lonmin, tempat dimana aksi kekerasan yang menewaskan 40 orang berlangsung.

Juru bicara Serikat Nasional Pekerja Tambang, NUM, Lesiba Seshoka kepada Reuters mengatakan, pemimpin mereka tewas dalam ''kondisi tereksekusi'' tetapi tidak memberikan penjelasan detil.

Sebuah komisi dibentuk untuk menyelidiki kasus kematian dalam kekerasan tambang di Afrika Selatan ini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.