Tentara Nigeria tembaki puluhan warga

Terbaru  9 Oktober 2012 - 15:10 WIB
Militer Nigeria di Maiduguri

Militer Nigeria membantah melakukan penembakan terhadap warga sipil.

Sekitar tiga puluh orang warga sipil dilaporkan tewas setelah pasukan Nigeria melakukan serangan ke kota Maiduguri pada hari Senin (08/10).

Dalam aksi serangan itu tentara Nigeria juga melakukan pembakaran terhadap sejumlah bangunan yang ada di kota itu.

Aksi penyerbuan tersebut dilakukan setelah dua tentara menjadi korban luka akibat serangan bom terhadap rombongan tentara yang sedang melakukan konvoi.

Serangan ini menurut militer diduga dilakukan oleh kelompok Islam garis keras Boko Haram.

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Nigeria, Letkol Sagir Musa mengatakan kepada BBC tidak ada warga sipil yang tewas ditembak oleh tentara pemerintah dalam aksi serangan tersebut.

Kota Maiduguri merupakan kota yang sejak beberapa waktu lalu dikepung oleh kelompok Boko Haram yang terus memperjuankan penerapan hukum syariah di negara itu.

Sengsarakan warga

Sejumlah saksi mata di Maiduguri mengatakan tentara melakukan penembakan ke arah penduduk tanpa pandang bulu dan membakari sejumlah rumah dan tempat orang berusaha.

Wartawan Associated Press yang ada di kota itu mengatakan ada 30 jenazah dan 50 bangunan yang dibakar.

Seorang peraawat yang berada di RS Umaru Shehu seperti dikutip Reuters mengatakan ada 30 jenazah berpakaian sipil yang dibawa ke rumah sakit setempat, sementara lima jenazah lainnya masih terlihat mengenakan seragam militer.

"Para tentara yang datang setelah peristiwa ledakan di kantor mereka awalnya melecehkan para warga desa dan kemudian mereka mencambuki warga juga," kata seorang saksi mata kepada kantor berita AFP.

"Kemudian tidak berapa lama kemudian mereka mulai menembak secara serampangan dan mulai membakar rumah serta toko."

Seorang warga lainnya mengatakan tentara Nigeria melakukan penembakan ke arah setiap warga yang mereka lihat.

Wartawan BBC Will Ross di Lagos mengatakan konflik antara tentara dengan Boko Haram telah mengakibatkan penderitaan yang besar bagi warga di sana.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.