PM Turki serukan reformasi DK PBB

Terbaru  13 Oktober 2012 - 22:21 WIB
Erdogan

Erdogan mengatakan Barat bukan lagi satu-satunya pusat dunia.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan reformasi DK PBB agar ada kemajuan penyelesaian konflik Suriah.

"Bila kita harus menunggu satu atau dua anggota permanen, maka nasib Suriah akan benar-benar berbahaya," kata Erdogan dalam jumpa pers di Istanbul Sabtu (13/10).

Kemajuan dalam penyelesaian krisis Suriah terhambat atas veto dua anggota permanen Rusia dan Cina.

Sejauh ini Moskow dan Beijing memblok tiga rancangan resolusi yang yang didukung Barat dan negara-negara Arab dengan alasan resolusi itu merupakan campur tangan urusan dalam negeri Suriah.

"Saatnya untuk mengubah struktur institusi internasional dan dimulai dengan Dewan Keamanan PBB," kata Erdogan.

Indonesia dan India

Ia mengatakan reformasi DK PBB harus mempertibangkan meningkatnya kekuatan sejumlah negara termasuk Turki, Brasil, India dan Indonesia.

Erdogan menambahkan, "Barat tidak lagi satu-satunya pusat dunia."

Utusan PBB dan Liga Arab Lakhdar Brahimi dan Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle saat ini berada di Istanbul untuk mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Turki terkait konflik Suriah.

Ketegangan antara Suriah dan Turki meningkat setelah Istanbul memaksa pesawat penumpang Suriah dalam perjalanan dari Moskow mendarat di Turki.

Turki menyita apa yang disebut Erdogan pengiriman amunisi ilegal.

Insiden di perbatasan Suriah-Turki terjadi beberapa kali ini bulan ini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.