Pengunduran diri PM Libanon ditolak

Terbaru  20 Oktober 2012 - 20:36 WIB
Najib Mikati

Najib Mikati mengatakan dia diminta untuk tetap menjabat selama beberapa waktu.

Presiden Libanon menolak pengunduran diri Perdana Menteri Najib Mikati terkait serangan bom di Beirut yang menewaskan delapan orang termasuk Kepala Badan Intelijen Wissam al-Hassan.

Kepastian itu disampaikan oleh Perdana Menteri Najib Mikati menyusul sidang kabinet membahas pengeboman di Beirut Jumat kemarin (19/10).

"Dalam pertemuan dengan presiden, saya sampaikan bahwa saya tidak ingin menjabat sebagai perdana menteri dan bahwa kita perlu mempertimbangkan pembentukan pemerintah baru," kata Mikati di Beirut, Sabtu (20/10).

Namun, lanjut Mikati, Presiden Michel Suleiman memintanya tetap menjabat untuk sementara waktu demi kepentingan nasional.

"Saya menyetujui permintaan presiden karena ada kekhawatiran Libanon akan menjadi kacau balau," tambahnya.

Kelompok oposisi yang bernama 14 Maret menyerukan kepada pemerintah untuk mengundurkan diri menyusul serangan bom di Beirut yang juga menewaskan Kepala Badan Intelijen Wissam al-Hassan. Dia dikenal sebagai sosok yang menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Terkotak-kotak

"Saya menyetujui permintaan presiden karena ada kekhawatiran Libanon akan menjadi kacau balau."

Najib Mikati

Kabinet Libanon saat ini antara lain meliputi sejumlah menteri dari kelompok militan Hisbullah. Najib Mikati berasal dari kelompok Suni dan juga mempunyai hubungan dekat dengan Hisbullah.

Hisbullah dilaporkan mempunyai hubungan erat dengan pemerintah Suriah dan pengeboman di Beirut disebut-sebut didalangi oleh pemerintah Suriah. Banyak warga Libanon menuding Suriah di balik pengeboman.

Masyarakat Libanon terkotak-kotak antara kubu yang mendukung pemerintah Suriah - khususnya Muslim shiah - dan kubu Muslim suni yang mendukung pemberontak Suriah.

Akibatnya, ketegangan di Libanon juga meningkat seiring dengan terjadinya konflik di Suriah.

"Kita menuduh Bashar al-Assad membunuh Wissam al-Hassan, penjamin keamanan Libanon," kata pemimpin oposisi Saad Hariri.

Unjuk rasa menentang pengeboman di Beirut terjadi Jumat malam di berbagai kota di Libanon dan warga yang marah membakar bak serta tong sampah. Hingga Sabtu pagi waktu setempat, jalan-jalan masih diblokir oleh pemrotes.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.