Polisi Korsel hentikan rencana peluncuran balon

Terbaru  22 Oktober 2012 - 13:07 WIB
Polisi Korsel

Polisi Korsel tidak akan bergeser sebelum pegiat 'membatalkan rencana' mereka.

Polisi Korea Selatan akhirnya menghalangi rencana sejumlah lembaga dan pegiat negeri itu untuk meluncurkan balon berisi lembar-lembar kertas propaganda melintas perbatasan antar negara, setelah pihak utara menegaskan ancaman akan menembak lokasi peluncuran jika jadi dilaksanakan, Jumat (19/10) lalu.

Sekelompok warga Korut yang kini tinggal di Korsel merencanakan acara ini dimana mereka melepas balon raksasa ke udara dengan membawa selebaran itu dari kota perbatasan di Paju.

Rencana ini dibalas dengan ancaman dari Pyongyang yang menyebut akan menembak wilayah Korsel bila agenda peluncuran balon diteruskan.

Polisi telah menutup lokasi rencana peluncuran sejak Senin (22/10) pagi.

Lokasi akan terus ditutup sampai para pegiat 'membatalkan rencana'', kata seorang pejabat polisi seperti dikutip kantor berita AFP.

"Karena alasan keamanan ... Para pegiat dilarang masuk ke lokasi dan dilarang melepas balon-balon itu dari lokasi di sana," kata sang pejabat.

Bukan 'gertak sambal'

Menjelang acara ini militer Korsel menetapkan status siaga. Ratusan warga yang tinggal dekat perbatasan disarankan untuk mengungsi.

Kelompok pegiat yang merencanakan acara ini berharap akan melepas ratusan ribu selebaran dari taman Imjingak, terletak dekat wilayah zona demiliterisasi antara dua Korea.

"Saat ada gerakan kecil saja dari benda yang dilepas ini nampak mengudara... serangan militer tanpa ampun dari Fron Barat akan ditembakkan tanpa peringatan"

Militer Korut

Kelompok pegiat telah menyelenggarakan acara semacam ini sebelumnya. Pihak Utara biasanya akan menanggapi dengan mengirim kecaman tetapi baru kali ini mengirim ancaman termasuk detil kapan akan menembak dan sasaran apa yang diincar.

"Saat ada gerakan kecil saja dari benda yang dilepas ini nampak mengudara... serangan militer tanpa ampun dari Fron Barat akan ditembakkan tanpa peringatan," kata pernyataan militer Korut yang ditulis kantor berita KCNA.

"Wilayah sekitar akan menjadi target serangan langsung KPA (Tentara Rakyat Korea)," kata pernyataan itu. "KPA tidak pernah mengajukan gertak sambal."

Secara resmi pihak Utara dan Selatan Korea masih terikat peperangan setelah perang Korea tahun 1950-53, dan hanya berhenti karena gencatan senjata.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.