AS akan bantu selidiki pembunuhan kepala intel Lebanon

Terbaru  22 Oktober 2012 - 08:37 WIB
Bentrok Lebanon

Pendukung oposisi meluapkan kemarahan atas tewasnya Wissam al-Hassan.

Pemerintah AS mengatakan akan membantu aparat Lebanon menyelidiki pembunuhan dengan bom mobil di Beirut Jumat (19/10) lalu yang akhirnya menewaskan Kepala Badan Intelejen Dalam Negeri, Wissam al-Hassan.

Menlu Hillary Clinton melalui telepon telah berbicara dengan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengutuk pembunuhan terhadap Jendral al-Hassan yang merupakan pengkritik keras kepemimpinan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Pembunuhan atas al-Hassan dan sejumlah pengawalnya menurut kelompok oposisi Lebanon merupakan kerja Suriah dan mereka mencela PM Mikati karena dianggap tak melakukan tindakan berarti mencegah serangan semacam ini terjadi.

Di pusat kota Beirut, ribuan orang melepas kepergian Wissam al-Hassan untuk dimakamkan pada hari Minggu (21/10) dan kemudian menggelar pawai menuju kantor PM Mikati meluapkan kemarahan atas tewasnya al-Hassan.

Kubu oposisi menyebut Mikati terlalu dekat dengan Presiden Assad dan sekutunya di Lebanon, kelompok militan Hisbullah.

Kantor berita Reuters melaporkan peserta aksi akhirnya bentrok dengan polisi setelah mengobrak-abrik pagar pembatas, mencabut kawat berduri dan melempari aparat dengan batu, botol dan besi.

Polisi membalas dengan menembaki udara serta melepas gas air mata ke arah massa.

Aksi akhirnya mereda setelah pimpinan kubu oposisi Saad al-Hariri menyerukan agar pendukungnya tenang.

Tembak-menembak

Sementara di selatan distrik Beirut sepanjang Minggu malam terdengar suara tembak-menembak.

Tidak diketahui dari mana kelompok yang saling bentrok itu berasal namun menurut saksi mata sekelompok pria menggunakan senapan dan granat peluncur roket melepas tembakan berbalasan.

Warga setempat mengatakan mendengar suara sirine ambulans meraung sekitar lokasi.

Belum ada laporan lanjut terkait siapa pelaku tembak-menembak dan apakah jatuh korban.

Tewasnya pimpinan intelejen internal Lebanon ini diperkirakan akan menciptakan krisis baru di negara itu sebagai dampak lanjutan dari krisis kemanusiaan dan kekerasan yang sedang berlangsung di Suriah.

Lebanon adalah salah satu negara tetangga terdekat yang menjadi sasaran pengungsi Suriah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.