Kepala badan bencana Italia mundur akibat gempa

Terbaru  23 Oktober 2012 - 21:53 WIB
Gempa L'Aquila

Gempa L'Aquila tanggal 6 April 2009 menewaskan 309 orang.

Kepala Badan Bencana Italia, Luciano Maiani, mengundurkan diri setelah tujuh pejabat di badan itu dihukum penjara karena salah perhitungan soal gempa L'Aquila.

Enam ilmuwan dan seorang mantan pejabat pemerintah dihukum penjara karena memberikan pernyataan yang salah sebelum gempa terjadi.

Gempa dengan kekuatan 6,3 pada skala Richter yang terjadi 6 April 2009 itu menewaskan 309 orang dan menyebabkan kerusakan besar.

Maiani, seorang ahli fisika, mengatakan anggota Komisi Risiko Bencana tidak dapat bekerja "dalam kondisi sulit" seperti saat itu.

"Mereka adalah petugas profesional yang memberikan keterangan dengan maksud baik dan tidak memiliki motivasi pribadi. Mereka selalu mengatakan tidak mungkin untuk memperkirakan gempa," kata Mariani kepada surat kabar Corriere della Sera.

"Inilah akhir era para ilmuwan melakukan konsultasi kepada negara," kata Maiani, pakar fisika dunia yang sempat menjabat sebagai direktur jenderal pusat penelitian nuklir Cern di Swiss dari 1999-2003.

Kantor berita Ansa melaporkan wakil ketua komisi bencana, Mauro Rosi, kemungkinan juga akan mengundurkan diri.

Mengejutkan komunitas ilmuwan

"Mereka adalah petugas profesional yang memberikan keterangan dengan maksud baik dan tidak memiliki motivasi pribadi. Mereka selalu mengatakan tidak mungkin untuk memperkirakan gempa."

Luciano Maiani

Tujuh orang yang dihukum penjara adalah anggota komisi nasional untuk perkiraan dan pencegahan risiko bencana, yang berada di bawah badan bencana.

Mereka dituduh memberikan informasi yang "tidak akurat, tidak lengkap dan bertolak belakang" tentang bahaya guncangan gempa di L'Aquila itu.

Dalam pertemuan beberapa hari sebelum gempa, para ilmuwan mengatakan kepada para pejabat di L'Aquila, bahwa gempa besar kemungkinan tidak terjadi.

Pada saat gempa banyak orang yang dilaporkan tetap berada di rumah-rumah mereka karena nasehat para ilmuwan itu. Akibatnya banyak yang meninggal sementara mereka yang memutuskan berada di luar rumah justru selamat.

Dalam pernyataan penutup di persidangan ketujuh ilmuwan hari Senin (22/10), jaksa mengutip seorang saksi, Guido Fioravanti, yang ayahnya meninggal akibat gempa.

Fioravanti menelepon ibunya setelah guncangan pertama dan menyatakan, "Saya dengar suaranya yang ketakutan. Biasanya mereka akan keluar menyelamatkan diri. Namun ayah saya mengulangi nasehat yang diberikan komisi dan karena itu mereka memutuskan untuk tetap di dalam rumah."

Namun, hukuman enam tahun penjara yang dijatuhkan kepada ketujuh anggota komisi itu mengejutkan komunitas ilmuwan.

Di antara mereka yang dihukum termasuk sejumlah pakar seismologi dan geologi Italia yang juga terkenal di panggung internasional.

Kuasa hukum meminta agar mereka dibebaskan dengan argumen tidak mungkin memperkirakan terjadinya gempa.

Lebih dari 5.000 ilmuwan mengatakan hal yang sama dalam surat terbuka kepada Presiden Italia Giorgio Napolitano tahun 2010 untuk mendukung ketujuh anggota komisi risiko bencana itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.