Parlemen Korsel kunjungi pulau sengketa

Terbaru  23 Oktober 2012 - 18:52 WIB
Kepulauan Dokdo-Takeshima

Selain anggota parlemen, Presiden Lee Myung-bak juga pernah mengunjungi pulau sengketa Korsel-Jepang ini.

Sejumlah anggota parlemen Korea Selatan mengunjungi gugusan pulau kecil yang menjadi pangkal sengketa lama dengan Jepang meskipun Jepang telah memperingatkan kunjungan akan mengganggu hubungan bilateral.

Mereka yang melakukan kunjungan pada Selasa (23/10) ke Kepulauan Dokdo, atau dikenal dengan Takeshima di Jepang, adalah para anggota Komisi Pertahanan parlemen Korea Selatan.

Seorang pejabat kepolisian Korea Selatan mengatakan rombongan anggota parlemen mendengarkan penjelasan mengenai operasi pengamanan wilayah pantai dan kegiatan-kegiatan lain sebagai bagian dari "audit" oleh Komite Pertahanan.

Mereka diterbangkan ke kepulauan yang diperebutkan itu dengan helikopter militer. Jepang mengatatakan kunjungan rombongan anggota parlemen bisa mengganggu hubungan kedua negara dan langsung menyampaikan protes resmi kepada Duta Besar Korea Selatan di Tokyo.

"Kami telah mengukuhkan bahwa para anggota Komisi Pertahanan mendarat di Takeshima," kata Menteri Sekretaris Kabinet Osamu Fujimura kepada para wartawan di Tokyo.

"Takeshima adalah wilayah Jepang berdaulat dan kunjungan seperti itu sama sekali tidak bisa diterima," tambahnya.

Bayang-bayang

Kunjungan anggota parlemen kali ini terjadi sekitar dua bulan setelah kunjungan Presiden Lee Myung-bak ke wilayah yang disengketakan.

Lee Myung-bak tercatat sebagai pemimpin pertama Korea Selatan yang melakukan kunjungan.

"Takeshima adalah wilayah Jepang berdaulat dan kunjungan seperti itu sama sekali tidak bisa diterima."

Osamu Fujimura

Akibatnya, Jepang memanggil pulang duta besarnya di Seoul untuk sementara waktu.

Sengketa ini kemudian dibayang-bayangi dengan sengketa lebih lama antara Tokyo dan Beijing terkait perebutan kepulauan terpisah.

Jepang, yang pernah memerintah Korea selama lebih dari tiga dekade, sebelumnya mengatakan akan membawa sengketa kepulauan berbatu tersebut ke Mahkamah Internasional.

Dokdo atau Takeshima selama ini dikuasai oleh Korea Selatan tetapi diklaim kedua negara.

Satu penelitian Korea Selatan mengungkap kemungkinan adanya kandungan gas alam di sekitar kepulauan, tetapi sejauh ini belum ada eksplorasi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.