Sudan ajukan protes ke PBB

Terbaru  26 Oktober 2012 - 11:04 WIB
khartoum

Pabrik amunisi yang terbakar diyakini milik Iran yang dipakai untuk kepentingan Hamas di Gaza.

Sudan menyatakan berniat untuk mengajukan protes kepada PBB terkait ledakan di sebuah pabrik amunisi yang diklaim disebabkan oleh serangan udara Israel.

Duta besar Sudan di PBB Daffa-Alla Elhag Ali Osman mengatakan Israel telah melanggar ruang udara Sudan tiga kali dalam beberapa tahun terakhir.

Daffa-Alla menyatakan serangan tersebut adalah ancaman besar bagi kawasan dan perdamaian internasional.

Sudan belum mengungkap satu buktipun untuk mendukung tuduhan mereka, dan Israel tidak memberikan komentar atas tuduhan ini.

Sejumlah sumber di Sudan kepada BBC mengatakan pabrik amunisi yang diserang tersebut diyakini dimiliki oleh Iran.

Wartawan BBC melaporkan pabrik amunisi itu dipercaya memproduksi roket dan amunisi lainnya bagi Iran untuk mentransfer senjata ke Hamas melalui rute darat.

Israel meyakini ada sebuah sumur yang digunakan sebagai jalur penyelundupan senjata yang berada di kawasan utara hingga Mesir, masuk melalui Sinai dan kemudian ke jalur Gaza.

Sebuah bocoran dokumen departemen luar negeri tiga tahun lalu juga menyebutkan bahwa Sudan secara rahasia menyediakan persenjataan Iran untuk Hamas di Jalur Gaza.

Jadi Israel mungkin merasa bahwa menghentikan aliran senjata di pusatnya di Sudan lebih baik ketimbang mengambil tindakan yang bisa mengecewakan Mesir.

'Negara teroris'

Meski Israel tidak mengeluarkan komentar terkait insiden tersebut, salah satu pejabat departemen pertahanan pada Rabu (24/10) kepada radio militer mengatakan bahwa Sudan adalah ''negara teroris yang berbahaya.''

"Rezim disana didukung oleh Iran dan melayani jalur untuk pengiriman, melalui kawasan Mesir mengirim senjata Iran untuk Hamas dan teroris Jihad Islam,'' kata Amos Gilad, seorang pejabat senior di kementerian pertahanan, dalam komentar yang dilaporkan AFP.

Pada April 2011, Khartoum juga menuduh Israel bertanggung jawab atas serangan udara yang menewaskan dua orang di sebuah mobil di kota Pelabuhan Sudan.

Israel juga disalahkan atas sebuah serangan terhadap sebuah konvoi di timur laut Sudan tahun 2009.

Israel tidak pernah memberikan komentar atas sejumlah insiden tersebut.

Dalam insiden terbaru, api membakar pabrik amunisi Yarmouk di ibukota Khartoum, Selasa (23/10) malam waktu setempat.

Sejumlah warga melaporkan ada pesawat tempur atau misil yang ditembakkan sebelum terdengar serangkaian ledakan.

Menteri Penerangan Sudan Ahmed Bilal Osman dalam jumpa pers di Khartoum pada Rabu (24/10) mengatakan: "Kita berpikir Israel melakukan pengeboman."

Dugaan tersebut, lanjutnya, didasarkan bukti-bukti yang yang ditemukan di lokasi kejadian termasuk sisa-sisa bahan peledak.

Politisi Sudan juga memberikan reaksi keras atas insiden ini, dengan ketua parlemen menyebut Israel telah menyatakan perang.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.