Clinton serak untuk Obama

Terbaru  4 November 2012 - 12:25 WIB
Bill Clinton dan Obama

Bill Clinton 27 kali berkampanye untuk pencalonan kembali Barack Obama.

Di tengah hari-hari menjelang putaran akhir kampanye hingga Selasa (6/11), mantan Presiden AS Bill Clinton menghabiskan suaranya untuk habis-habisan 'menjual' nama Barack Obama pada publik Amerika.

Dalam pidatonya di arena kampanye Partai Demokrat di negara bagian Virginia yang sangat menentukan Sabtu (3/11), Clinton, mengatakan rela kehilangan suara demi Presiden Obama.

"Saya telah mendarmabaktikan suara saya demi presiden pilihan saya."

Sorak-sorai pendengar menyambut pernyataan ini, karena sebelumnya hubungan Clinton-Obama sempat buruk saat istrinya, Hillary, mencoba berkompetisi untuk mendapat tiket calon presiden dari kubu Demokrat pada tahun 2008.

Dalam suasana kampanye yang panas, saat itu baik Clinton maupun Obama saling bertukar celaan dan kritik.

Namun nampaknya kini tak ada sakit hati dan permusuhan, yang ada adalah dukungan dan usaha bersama.

"Saya mendukung Presiden Obama karena rencananya untuk masa depan jauh lebih baik. Itu yang terpenting."

Clinton adalah satu-satunya presiden dari kubu Demokrat yang memenangkan dua kali pemilihan presiden AS sejak Perang Dunia II. Untuk Obama, Clinton sudah 27 kali berkampanye dalam rangka mendudukkannya kembali di Gedung Putih untuk masa jabatan keduanya.

Di Virginia, Clinton tampil mejadi pidato pembuka sebelum Obama, begitu pula rencananya dalam kampanye Minggu (4/11) ini di New Hampshire.

'Balas jasa'

Tampil dengan menggebu-gebu dan habis-habisan untuk mendukung Obama, pengamat menilai kekuatan Clinton sangat menguntungkan posisi presiden inkumben itu.

Hillary Clinton dan Obama

Sempat bersaingan, kini Hillary difavoritkan menggantikan Obama kelak di Pilpres 2016.

Diakui secara luas sebagai jago bicara, Clinton menjadi bintang panggung saat tampil di arena Konvensi Partai Demokrat yang mencalonkan kembali Obama secara resmi, di Charlotte September lalu.

Kantor berita AFP menulis motif Clinton melakukan semua itu adalah karena mantan presiden ini karena mengharapkan Obama akan melakukan hal serupa untuk istrinya, Hillary, jika dia berniat untuk terjun kembali ke arena pemilihan presiden 2016 kelak.

Hillary, kini bertugas sebagai menteri luar negeri dalam kabinet Presiden Obama, sudah banyak disebut sebagai calon favorit dari kubu Demokrat pasca Obama.

Sementara teori lain meyakini, Clinton yang merasa berterimakasih karena Obama menunjuk istrinya sebagai menlu, berkampanye total karena tak tahan terhadap godaan tampil kembali di panggung politik dan menjadi pusat perhatian publik Amerika dan dunia.

Apa pun yang sesungguhnya menjadi motif, peran Clinton nampaknya cukup berhasil. Berbagai jajak pendapat masih mengunggulkan posisi Presiden Barack Obama dalam pemilihan presiden AS kali ini dari peluang pesaingnya Mitt Romney, meski selisihnya tipis.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.