Aktivis tolak pemulangan jenazah diktator Paraguay

Terbaru  3 November 2012 - 12:42 WIB

Jendral Alfredo Stroessner saat berkuasa sebagai pemimpin tertinggi Paraguay.

Aktivis dan mantan tahanan politik Paraguay menggelar pawai menolak rencana pemulangan jenazah bekas diktator Paraguay, Jendral Alfredo Stroessner.

Dalam status diasingkan, Jendral Alfredo Stroessner meninggal dunia di Brazil pada 2006 dan dimakamkan di negara itu.

Keluarga dan kerabatnya meminta agar pemerintah Paraguay mengijinkan pemulangan jenazah Stroessner pada 3 November nanti, bertepatan satu abad kelahirannya.

Pada 2008 lalu, Komisi kebenaran Paraguay mengungkapkan temuan bahwa lebih dari 400 orang dibunuh atau hilang selama Stroessner berkuasa 35 tahun.

Komisi ini juga menemukan bahwa sekitar 20,000 orang dipenjara selama dia berkuasa.

Jendral Stroessner melarikan diri ke Brazil setelah dia dikudeta pada 1989 oleh jenderal lainnya, Andres Rodriguez.

Salah-seorang cucunya, seorang senator yang juga bernama Alfredo, mengatakan tetap mengupayakan agar jenazah kakeknya dapat dikuburkan di tanah kelahirannya.

'Tolak Stroessner'

"Tentu saja, jenazah kakek saya sulit dipulangkan ke sini pada tanggal 3 November ini, tapi dalam waktu dekat semua keluarga Stroessner akan berkumpul semua di Paraguay," katanya.

Rencana pemulangan jenazah Stroessner ini ditolak pegiat hak asasi manusia dan orang-orang yang dulu menjadi korban kekerasan rezim Stroessner.

"Protes ini tak hanya menolak pemulangan jenazahnya, tapi juga sebagai bentuk penolakan kami terhadap upaya menghidupkan kembali sistem negara teror ala Stroessner."

Luis Luis Casabianca, mantan tapol dan bekas aktivis Partai Komunis Paraguay.

Ratusan orang berkumpul dan menggelar pawai di ibukota Paraguay, Asuncion, menolak rencana itu.

"Kami tolak rehabilitasi semua peninggalan Stroessner", demikian bunyi spanduk yang diarak oleh para pengunjukrasa. Spanduk lainnya bebrunyi "Stroessner, tak akan terulang!"

Selama rezim Stroessner berkuasa, Paraguay terlibat dalam operasi Condor, yaitu sebuah operasi yang menerapkan pendekatan keamanan yang represif.

Operasi ini dijalankan dengan bekerja sama dengan enam pemerintahan sayap kanan di kawasan Amerika Latin, seperti Chile, Argentina, Bolivia, Paraguay, Uruguay serta Brazil pada tahun 1970-an.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.