Amerika Serikat gelar pemilihan presiden

Terbaru  6 November 2012 - 17:26 WIB
Pencoblosan di Dixville

Puncak pemilihan presiden Amerika Serikat tahun ini akhirnya tiba. Setelah berkampanye berbulan-bulan dan menghabiskan biaya tak kurang dari US$2 miliar, hari Selasa ini (6/11) sekitar 135 juta rakyat memberikan suara.

Tak semuanya harus mencoblos hari ini, karena sekitar 30 juta di antaranya telah mengirim kartu suara melalui pos atau memilih mencoblos lebih awal.

Di Chicago, berbagai TPS telah didirikan, baik di sekolah, kampus, maupun di kompleks perumahan. TPS dibuka pukul 0600 pagi dan ditutup pada pukul 1900 malam waktu setempat.

Di tangan mereka pemimpin AS akan ditentukan, apakah Barack Obama akan kembali kembali berkantor di Gedung Putih atau harapan kini dialihkan kepada calon Republik, Mitt Romney.

Jajak pendapat yang disiarkan berbagai stasiun televisi hingga Senin dini hari menunjukkan Obama dan Romney terus bersaing ketat.

Obama memang unggul tipis namun keunggulan ini tidak menjamin bahwa politisi yang sempat menghabiskan masa kanak-kanaknya di Indonesia ini akan kembali terpilih.

Masalah ekonomi

"Tapi saya tetap akan ke TPS. Ayah saya meminta saya untuk tetap menggunakan hak suara. Persoalannya adalah saya masih bingung."

Olivia Haley

Persaingan ketat ini antara lain mungkin disebabkan ada banyak pemilih yang masih ragu.

''Terus terang saya tidak tahu siapa yang akan saya coblos. Keduanya bukan calon yang ideal dalam situasi seperti ini,'' kata Olivia Haley yang ditemui di dekat Grant Park, di pusat kota Chicago.

''Tapi saya tetap akan ke TPS. Ayah saya meminta saya untuk tetap menggunakan hak suara. Persoalannya adalah saya masih bingung,'' katanya sambil tersenyum.

Pandangan Nona Haley mungkin mewakili banyak suara pemilih.

Ekonomi Amerika terpuruk dalam empat tahun terakhir, meski rakyat juga sadar bahwa ini bukan sepenuhnya kesalahan Presiden Obama, yang mewarisi situasi ini dari pemerintahan sebelumnya.

Namun janji perubahan dan harapan besar yang dibebankan di pundak Obama belum banyak memberikan hasil.

Inilah yang dimanfaatkan Romney dengan mengatakan bahwa latar belakangnya sebagai pengusaha akan membuat dirinya lebih cakap mengatur ekonomi.

Presiden Obama sendiri mengatakan sudah banyak perubahan, mulai dari penyelamatan sektor industri otomotif hingga angka pengangguran yang turun di bawah 8%.

Itu sebabnya Obama mengusung tema kampanye forward, maju ke depan. Dengan slogan ini ia meminta diberi waktu empat tahun lagi untuk membenahi Amerika.

Rencana pidato

Warga memilih

Sebagian pemilih telah memberikan suara sejak Selasa dini hari.

Tema besar ini kembali ia sampaikan dalam kampanye terakhir di Iowa Senin malam, sebelum menuju ke kota asalnya, Chicago.

Presiden Obama dijawadkan berpidato di depan pendukungnya di McCormick Place, salah satu arena pameran dan ruang pertemuan terbesar di Amerika Utara.

Laporan beberapa media menyebutkan faktor keamanan dan cuaca membuat Obama tidak memilih Grant Park, lapangan di pusat kota yang empat tahun menjadi saksi kemenangan besar di pilpres, yang secara telak mengalahkan calon Republik, John McCain.

Suhu udara di Chicago turun dalam beberapa hari terakhir di bawah 10 derajat dan ada kemungkinan hujan pada Selasa malam.

Sumber-sumber di tim Obama, seperti dikutip media cetak, mengatakan Presiden Obama tidak ingin pendukungnya kedinginan di lapangan Grant Park.

Bila pada Selasa malam hasil pemilu sudah bisa diketahui, Presiden Obama akan menyampaikan pidato kemenangan di McCormick Place ini.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.