Pakistan luncurkan program pendidikan anak-anak miskin

Terbaru  10 November 2012 - 20:43 WIB
Malala

Malala bersama keluarganya di rumah sakit Inggris tempat ia dirawat.

Tiga juta keluarga miskin di Pakistan akan mendapatkan bantuan uang tunai dalam program yang diumumkan untuk menghormati siswi yang ditembak Taliban, Malala Yousufzai.

Berdasarkan program yang didanai Bank Dunia dan Inggris ini, keluarga miskin yang tidak mampu menyekolahkan anak akan mendapatkan US$2 setiap bulan untuk satu anak.

Langkah ini diumumkan di tengah upaya PBB menyelenggarakan "Hari Malala", pegiat pendidikan Pakistan.

Ia saat ini masih menjalani perawatan di Inggris setelah ditembak Taliban saat pulang sekolah Oktober lalu.

Hari Sabtu (10/11) ini ditetapkan sebagai hari global untuk Malala dengan tujuan menyediakan tempat untuk 32 juta anak perempuan yang tidak bisa sekolah di seluruh dunia.

Pembayaran tunai

"Mimpi Malala menunjukkan apa yang terbaik untuk Pakistan"

Gordon Brown

Proram yang disebut Wasella-e-Taleem ini diumumkan di Islamabad oleh Presiden Asif Ali Zardari dan Utusan Khusus PBB untuk pendidikan global, Gordon Brown.

"Mimpi Malala menunjukkan apa yang terbaik untuk Pakistan," kata Brown, mantan PM Inggris.

Berdasarkan program ini, tiga juta anak dari keluarga miskin di Pakistan akan disekolahkan dalam empat tahun mendatang.

Satu anak akan mendapatkan $2 setiap bulan dalam bentuk uang tunai.

Keluarga yang mengikuti program ini juga menerima $10 per bulan untuk keperluan sehari-hari, menurut kantor berita Reuters.

Uang tunai akan disalurkan melalui Program Dukungan Benazir, yang dibentuk pemerintah untuk menyalurkan uang tunai kepada keluarga tidak mampu

PBB mendesak Pakistan untuk menjamin setiap anak dapat mengeyam pendidikan.

Gordon Brown mengatakan pada tahun 2015 diharapkan lebih dari 60 juta anak dari keluarga miskin di seluruh dunia dapat bersekolah.

Dalam perkembangan lain, puluhan ribu orang di seluruh dunia telah menandatangai petisi di internet dan menyerukan agar Malala dinominasikan untuk mendapat hadiah Nobel Perdamaian.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.