Roket dari Gaza tewaskan tiga warga Israel

Terbaru  15 November 2012 - 18:09 WIB
Serangan roket dari Gaza

Serangan roket dari Gaza menghantam kota Kiyrat Malachi.

Tiga orang tewas akibat serangan roket dari Gaza yang menghantam Israel selatan di tengah bentrokan yang terus meningkat.

Tiga warga Israel tewas saat roket menghantam gedung tingkat empat di kota Kiyrat Malachi.

Mereka adalah korban pertama dari pihak Israel sejak pembunuhan pemimpin militer Hamas di Gaza Rabu lalu.

Sementara itu 11 warga Palestina, termasuk anak-anak, tewas akibat operasi militer Israel.

Polisi mengatakan sejak pembunuhan pemimpin militer Hamas, 130 roket ditembakkan ke Israel.

Ratusan roket ditembakkan ke arah Israel oleh militan di Gaza dan Israel melakukan sejumlah serangan udara dalam bentrokan lintas perbatasan dalam beberapa minggu terakhir.

Israel mengatakan kepala sayap militer Hamas, Ahmed Said Khalil al-Jabari yang meninggal saat mobilnya terkena serangan di kota Gaza, dianggap bertanggung jawab atas semua serangan dari Gaza dalam sepuluh tahun terakhir.

Gerbang neraka

Tiga warga Israel - dua wanita dan seorang pria- tewas saat roket menghantam atap gedung di Kiryat Malachi, yang terletak sekitar 25 kilometer di utara Gaza.

Tiga orang lainnya, seorang anak laki berusia empat tahun dan dua bayi, terluka, kata kementrian luar negeri Israel.

Penduduk yang tinggal di gedung itu diperingatkan melalui sirene tentang kemungkinan serangan namun tidak punya cukup waktu untuk menyelamatkan diri, menurut sejumlah laporan.

Setelah malam yang relatif cukup tenang, bentrokan kembali pecah pada Kamis pagi (15/11), kata wartawan BBC di Gaza, Jon Donnison.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Israel Israel Katz mengatakan kepada BBC "bila serangan tidak berhenti, Israel juga akan mencari sasaran (pemimpin Hamas) Ismail Haniyeh."

Mengomentari serangan yang menewaskan pemimpin militer Jabari, Hamas mengatakan akan "membuka gerbang neraka" bagi Israel.

Di kota Gaza, banyak orang yang berkumpul untuk menghadiri pemakaman Jabari dan bertekad untuk melakukan serangan balasan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.