IAEA: Iran siap gandakan pengayaan uranium

Terbaru  17 November 2012 - 12:10 WIB
fordo

Fasilitas nuklir Fordo terletak di bawah tanah pangkalan militer Parchin, Iran.

Iran siap untuk menggandakan kemampuan fasilitas pengayaan uranium bawah tanah mereka, demikian pernyataan badan pengawas nuklir PBB, IAEA.

Sebuah laporan IAEA yang bocor mengatakan, ada 2.784 sentrifugal di fasilitas Fordo, dan Iran bisa dengan segera menggandakan pengoperasiannya dari 700 menjadi 1.400.

Perkembangan terbaru ini sepertinya akan menjadi memicu kecurigaan negara Barat bahwa Iran tengan mengembangkan senjata nuklir.

Sementara Teheran bersikeras program nuklir mereka sepenuhnya untuk kepentingan damai.

Pembicaraan tahun ini terkait program pengayaan uranium antara Iran dan kelompok P5+1 - AS, Prancis, Cina, Rusia dan Jerman - tidak memiliki perkembangan berarti.

Perkembangan fasilitas Fordo Iran terungkap dalam sebuah laporan yang bocor berdasarkan temuan penyelidik IAEA, yang mendatangi fasilitas secara rutin.

Sementara pembangkit pengayaan uranium belum beroperasional secara penuh - hanya sekitar 700 dari 3.000 sentrifugal yang didesain untuk digunakan - para ahli mengatakan bisa diaktifkan dalam beberapa bulan mendatang.

Laporan IAEA mengatakan empat jeram setiap 174 sentriguhal ''menjadi subyek untuk uji vakum, yang siap untuk diisi dengan gas uranium hexafluoride (UF6)''.

Saat jeram baru ini dioperasikan, produksi bulanan dari 20% pengayaan (pengayaan medium) uranium akan menjadi sekitar 25kg per bulan, dibandingkan dengan 15kg pada saat ini, demikian salah satu penjelasan inspektur pemeriksa.

Pengayaan uranium tingkat tinggi

Fasilitas Fordo, yang berada di bawah sebuah gunung di dalam pangkalan militer Parchin dekat kota suci Qom, didesain untuk mengandung 16 jeram produksi pengayaan medium uranium, yang disebut ahli bisa mengayakan sekitar 90%, atau masuk dalam tingkat persenjataan, dalam waktu relatif singkat.

Dalam laporannya IAEA juga mengungkapkan bahwa Iran telah memproduksi sekitar 233kg pengayaan uranium tingkat tinggi sejak 2010, peningkatan dari 43kg di bulan Agustus.

Awal tahun ini, IAEA menggunakan 96kg dari persediaan 20% untuk dikonversikan menjadi bahan bakar untuk penelitian reaktor medis di Teheran.

Ahli mengatakan sulit untuk mengubahnya untuk menjadi senjata tingkat uranium.

Bahan bakar nuklir juga telah dipindahkan dari inti reaktor nuklir di Bushehr, menurut IAEA.

Laporan ini juga mengatakan bahwa ''aktivitas perluasan'' di pangkalan militer Parchin secara serius telah menyebabkan kecurigaan bahwa eksperimen terkait persenjataan nuklir mungkin tengah berlangsung di sana. Dan Iran diduga tengah mencoba untuk memindahkan barang bukti.

Iran membantah adanya aktivitas nuklir di Parchin.

IAEA menutup laporan ini dengan menyatakan bahwa badan ini ''tidak mampu... menyimpulkan bahwa semua bahan nuklir di Iran untuk kepentingan damai.''

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.