Israel masih punya 'ratusan sasaran' di Gaza

Terbaru  17 November 2012 - 23:12 WIB
Serangan udara Israel di Gaza

Israel menyatakan tekad melumpuhkan kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

Angkatan Bersenjata Israel mengatakan kepada BBC bahwa masih ada ratusan sasaran yang ingin diserang di wilayah Gaza, pada hari keempat operasi militer terhadap kelompok Palestina, Hamas.

Meskipun Israel telah melancarkan ratusan serangan sejak hari Rabu (14/11), ratusan sasaran baru masih menjadi target serangan udara negara itu.

Hal tersebut disampaikam oleh juru bicara militer Avital Leibovich pada Sabtu (17/11).

"Tujuan pertama dan utama adalah melindungi tiga juta warga Israel yang saat ini menghadapi ancaman nyata dari serangan roket. Tujuan kedua adalah melumpuhkan organisasi teroris yang banyak berada di Gaza, tentu saja yang utama adalah Hamas," kata juru bicara militer Israel Avital Leibovich.

Dia menambahkan serangan terhadap segala sesuatu yang menjadi milik Hamas, termasuk para petempurnya adalah sah. Hamas menguasai wilayah Gaza, Palestina.

Angkatan Udara dan Angkatan Laut Israel telah melancarkan serangan ke Jalur Gaza selama empat hari terakhir, tetapi sasaran serangan semakin luas. Kantor Perdana Menteri Hamas dan gedung kabinet tidak luput dari serangan Israel.

Roket tidak mereda

Avital Leibovich menambahkan militer dan sayap politik Hamas tidak dibedakan dalam operasi militer.

Wartawan BBC di Jerusalem Richard Galpin melaporkan meskipun serangan Israel terhadap Gaza gencar, tembakan roket dari Jalur Gaza tidak mereda.

Sebanyak 60 roket mendarat di wilayah Israel pada hari Sabtu saja. Tembakan roket tersebut menghancurkan beberapa gedung dan melukai empat tentara.

Israel mengatakan militer berhasil menembak jatuh rudal yang diarahkan ke Tel Aviv.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Tunisia mengadakan kunjungan ke Gaza dan menyerukan kepada negara-negara Arab untuk menghentikan agresi Israel.

Rafik Abdessalem menyebut tindakan Israel melanggar hukum.

"Apa yang dilakukan Israel di Gaza tidak bisa diterima dan tidak sah. Itu jelas sekali. Israel harus tahu bahwa dunia sedang berubah," kata Rafik Abdessalem di Gaza.

"Israel tidak berada di atas hukum internasional dan kita mengecam aksi itu."

Presiden Mesir mengadakan pertemuan dengan para pemimpin Hamas, Turki dan Qatar.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.