Warga Prancis protes tolak pernikahan gay

Terbaru  18 November 2012 - 11:59 WIB
unjuk rasa menentang pernikahan gay

Mereka yang menentang aturan mengatakan aturan baru akan menghapus sejumlah hak anak.

Puluhan ribu orang melakukan aksi unjuk rasa di Paris, Prancis pada hari Sabtu (17/11) menentang rencana pengesahan aturan yang akan membolehkan pasangan gay melakukan pernikahan dan mengadopsi anak.

Kepolisian mengatakan setidaknya ada 70000 orang yang melakukan aksi unjuk rasa turun ke jalan di kota Paris.

Selain di Paris aksi unjuk rasa dengan tuntutan serupa juga terjadi di Lyon, Toulouse dan Marseille.

Pengunjuk rasa di Paris dilaporkan mengenakan kaos merah muda dan syal serta membawa balon merah muda yang dihiasi dengan gambar seorang pria dan wanita memegang tangan anak-anak.

Mereka yang terlibat dalam aksi ini merupakan bagian dari kelompok penganut Katholik dan sejumlah kelompok pendukung hak untuk membentuk keluarga dengan prinsip tradisional yang kuat.

Sebelumnya Presiden Prancis, Francois Hollande berjanji akan melakukan perubahan dalam aturan hukum Prancis yang akan memungkinkan pasangan gay dan lesbian boleh melakukan pernikahan dan adopsi.

Meski mendapat penentangan dari kelompok oposisi dan Gereja Katholik namun pemerintahan sosialis Hollande telah menyetujui rancangan aturan tersebut awal bulan ini.

Rancangan soal pernikahan dan hak adopsi anak bagi pasangan gay tersebut rencananya akan diperdebatkan di parlemen Prancis pada bulan Januari mendatang.

Prancis sebelumnya telah mengijinkan perkawinan sipil pasangan yang berjenis kelamin sama, tetapi dalam janji kampanyenya Presiden Francois Hollande mengatakan akan memperluas hak mereka.

Pertentangan besar

Dalam aksi unjuk rasa ini sejumlah peserta menyuarakan sejumlah alasan menentang rencana penerapan aturan tersebut.

"Seorang anak membutuhkan kasih saya dari seorang ayah dan ibu, dia membutuhkan sosok bapak dan ibu dan aturan ini akan membuat hak anak itu tidak dimungkinkan lagi," kata salah satu pengunjuk rasa, Marthe Vignault.

"Kita tidak bisa melawan kondisi alamiah yang telah digariskan."

Meski demikian laporan juga menyebutkan sejumlah aksi unjuk rasa tandingan yang mendukungan perkawinan berjenis kelamin sama tetap terjadi di sejumlah lokasi di Prancis.

Wartawan BBC di Paris mengatakan persoalan ini merupakan salah satu persoalan yang paling banyak menimbulkan perbedaaan di publik dan harus dihadapi oleh pemerintahan Hollande.

Sebelumnya Ketua Dewan Uskup Prancis, Kardinal Andre Vingt-Trois menggambarkan pernikahan gay sebagai sebuah kebohongan.

Saat ini dalam aturan hukum Prancis hanya pasangan yang telah menikah boleh melakukan adopsi anak.

Sementara aturan hukum di sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Swedia dan Inggris menyatakan adopsi juga boleh dilakukan oleh pasangan gay.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.