Australia kirim imigran ke Papua Nugini

Terbaru  21 November 2012 - 18:38 WIB
Perahu imigran

Lebih dari 15.000 imigran gelap tiba di wilayah Australia pada 2012.

Australia mengatakan pemerintah mulai mengirim rombongan pertama pencari suaka ke pusat detensi di Pulau Manus Papua Nugini.

Langkah ini ditempuh sesuai dengan rencana pemerintah Australia yang diumumkan Agustus lalu bahwa pencari suaka yang masuk ke wilayah Australia dengan menggunakan perahu akan dikirim ke dua pulau terpencil di Nauru dan di Papua Nugini.

Menteri Imigrasi Australia Chris Bowen mengatakan pada Rabu (21/11) pencari suaka dikirim ke Papua Nugini pada Selasa (22/11).

Mereka terdiri dari empat anak-anak dan 15 orang dewasa dari Sri Lanka dan Iran.

Mengingat besarnya jumlah imigran yang masuk ke Australia dengan perahu, Bowen mengaku tidak mungkin bagi pemerintah untuk memindahkan mereka semua ke Nauru atau ke Papua Nugini dalam waktu dekat.

"Sebagian orang akan diproses di Australia dan diproses di masyarakat, tetapi tetap memegang bridging visa, bahkan setelah mereka digolongkan sebagai pengungsi melalui proses," kata Chris Bowen seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Kondisi pusat penampungan

"Mereka masih bisa dipindahkan ke Nauru atau Papua Nugini suatu saat ketika kapasitasnya memungkinkan," Chris Bowen.

Menteri Imigrasi Australia Chris Bowen juga mengumumkan peraturan baru bagi pencari suaka yang berada di wilayah Australia.

Salah satu peraturan itu adalah mereka tetap diharuskan memegang visa sementara hingga lima tahun meskipun telah dianggap sebagai pengungsi.

"Mereka masih bisa dipindahkan ke Nauru atau Papua Nugini suatu saat ketika kapasitasnya memungkinkan."

Chris Bowen

Bowen menegaskan pemerintah bertekad mencegah imigran gelap masuk ke wilayah Australia dan bertekad menghentikan aksi penyelundup manusia yang membawa imigran dari Indonesia ke Pulau Christmas, Australia.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam kondisi kamp di Nauru. Mereka mengatakan kebijakan baru dalam masalah imigrasi ini tidak manusiawi dan tidak pula bisa mencegah arus pencari suaka.

Sejauh ini lebih dari 1.000 pengungsi tewas dalam upaya mencapai wilayah Australia selama 10 tahun terakhir. Mereka seringkali menumpang kapal tidak laik layar yang dioperasikan oleh sindikat penyelundup manusia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.