PBB: Kekerasan Suriah makin brutal

Terbaru  1 Desember 2012 - 13:35 WIB

Kehancuran terlihat di beberapa kota di Suriah, semenjak pecah pertempuran kelompok pemberontak dan pasukan Suriah, sejak Maret 2011 lalu.

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan, aksi kekerasan terbaru di Suriah telah mencapai tahap yang mengerikan dan makin brutal.

Hal ini ditegaskan Ban Ki-moon menyusul bentrokan terbaru antara pasukan pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak di sekitar ibu kota Damaskus.

"Pelanggaran HAM telah dilakukan dalam skala yang luas yang dilakukan semua pihak yang bertikai," katanya.

Dalam pidato di sidang Majelis Umum PBB, Ban Ki-moon juga mengatakan warga sipil Suriah dibantai hampir setiap hari, empat puluh ribu jiwa diperkirakan mati sia-sia, serta jumlah pengungsi terus membengkak.

Dia memperkirakan jumlah pengungsi Suriah akan mencapai 700,000 orang pada awal tahun depan.

Lebih lanjut Ban Ki-moon mengatakan,"membangun Suriah yang bebas dan demokratis akan membutuhkan dialog politik dan perundingan".

'Negara gagal'

"Suriah akan menjadi negara gagal kecuali mereka dapat menemukan solusi politik untuk mengakhiri konflik. "

Utusan PBB dan Liga Arab untuk utusan Suriah, Lakhdar Brahimi.

Utusan PBB dan Liga Arab untuk utusan Suriah, Lakhdar Brahimi, mengatakan "Suriah akan menjadi negara gagal kecuali mereka dapat menemukan solusi politik untuk mengakhiri konflik".

Para aktivis mengatakan lebih dari 40.000 orang telah tewas sejak perlawanan atas rezim Presiden Bashar al-Assad digelar Maret tahun lalu.

Sementara, masih menurut aktivis, lebih dari 80 orang tewas dalam bentrokan terbaru, Jumat (30/11) waktu setempat, di sekitar ibu kota Damaskus.

Sejumlah laporan menyebutkan, bentrokan terakhir ini sempat mengganggu jadwal penerbangan.

Dilaporkan banyak penerbangan keluar-masuk di bandara utama tersebut dibatalkan, walaupun televisi pemerintah melaporkan penerbangan domestik tetap beroperasi.

Wartawan BBC James Reynolds yang melaporkan dari Turki, pasukan pemerintah telah membuka kembali jalan protokol menuju bandara setelah sempat ditutup selama pertempuran sengit.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.