Presiden Putin dan PM Erdogan bicara soal Suriah

Terbaru  3 Desember 2012 - 11:16 WIB
Presiden Vladimir Putin

Presiden Putin dan PM Erdogan berselisih pendapat soal penghentian pesawat menuju Damaskus.

Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membicarakan kelanjutan upaya meredakan konflik di Suriah, yang selama ini jadi ganjalan dalam hubungan dua negara.

Moskow adalah salah satu sekutu kunci Suriah, sementara posisi Ankara adalah mendukung kelompok perlawanan yang mencoba melengserkan kedudukan Presiden Bashar al-Assad.

Pada Oktober lalu, Turki menghentikan sebuah pesawat yang melewati wilayah udaranya dalam perjalanan menuju Damaskus yang diduga mengangkut perbekalan senjata buatan Rusia, namun klaim itu dibantah oleh Suriah dan Rusia.

Menurut penasehat masalah luar negeri Presiden Putin, dua pihak akan sangat intensif bicara tentang isu Suriah.

Penasehat Yuriy Ushakov juga berharap jalannya pembicaraan akan menghasilkan "pertukaran pandangan menuju, jika bukan saling sepakat, minimal saling memahami sikap masing-masing pihak", seperti dikutip kantor berita Rusia, Interfax.

Beda kepentingan

Pemerintah Turki sejauh ini meyakini pandangan bahwa Rusia tengah mencoba menjaga jarak dengan Damaskus, meski klaim ini tak didukung bukti kuat kata wartawan BBC di Istanbul, James Reynolds.

Bukti lain justru menunjukkan kalau Moskow mengantongi transaksi senjata bernilai miliaran dollar dengan Suriah.

Dengan demikian, kemungkinan dua pihak akan mengalami hambatan dalam upaya menjembatani kepentingan dua negara yang sangat berbeda terkait isu Suriah.

Presiden Vladimir Putin

Kegemaran Presiden Putin bermain judo diduga menyebabkan tulang belakangnya cedera.

Isu lain yang mungkin akan diangkat Presiden Putin adalah mengenai permintaan Ankara yang terbaru kepada NATO untuk memasang sistem anti-rudal Patriot di titik perbatasan Suriah-Turki.

Menurut klaim Turki sistem anti-rudal itu semata-mata untuk upaya pertahanan, namun menurut Rusia langkah itu bisa mengubah stabilitas di kawasan yang sangat rentan seperti Timur Tengah.

Kunjungan ke Istanbul ini juga merupakan lawata perdana Presiden Putin ke luar negeri sejak sebuah kunjungan ke Tajikistan Oktober lalu.

Menurut sejumlah media di tanah airnya, laki-laki penggemar olahraga keras usia 60 tahun itu menderita sakit punggung yang cukup parah.

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, yang punya hubungan cukup dekat dengan Rusia, mengatakan tulang belakang Putin "melintir" saat main judo beberapa waktu lalu.

Sementara di Jepang, Perdana Menteri Yoshihiko Noda mengatakan pada media lokal jadwal kunjungan Putin ke negeri Matahari Terbit itu ditunda karena "kondisi kesehatan Presiden Putin sedang buruk".

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.