Singapura penjarakan sopir mogok kerja

  • 3 Desember 2012
Bus di Singapura

Seorang pengemudi bus asal Cina yang mengikuti mogok kerja ilegal di Singapura dijatuhi hukuman penjara selama enam minggu.

Kejaksaan Agung Singapura mengatakan vonis dijatuhkan kepada Bao Feng Shan, 38, dalam sidang hari Senin ini (03/12).

Warga negara Cina itu divonis penjara setelah mengaku bersalah.

"Sopir mengaku bersalah atas dakwaan yang dihadapi dan dihukum penjara selama enam minggu," kata juru bicara Kejaksaan Agung seperti dikutip kantor berita AFP.

Bao Feng Shan didakwa terlibat dalam pemogokan massal pekan lalu yang menurut pemerintah Singapura merupakan pemogokan ilegal.

Empat pengemudi lainnya dikenai dakwaan serupa atas keterlibatan mereka dalam mogok kerja pada 26-27 November. Mogok kerja itu tercatat yang pertama di Singapura sejak 1986.

Keempat pengemudi asal Cina itu dijadwalkan akan dihadirkan dalam sidang pada Kamis mendatang dan saat ini ditahan di kantor polisi pusat.

Tergantung pada tenaga asing

Bila dinyatakan bersalah, mereka diancam dengan denda $2.000 dan hukuman penjara maksimal satu tahun.

Sekitar 171 pengemudi bus asal Cina melakukan mogok kerja pada Senin lalu (26/12) sebagai protes atas perbedaan gaji yang mereka terima dengan dengan pengemudi asal Malaysia di perusahaan yang sama.

Sebagian dari mereka melanjutkan mogok hingga hari kedua.

Kemarin, izin mengemudi milik 29 sopir asal Cina dicabut dan mereka dipulangkan ke negara asal.

Pemerintah Singapura mengatakan mogok kerja tersebut direncanakan dan para pengemudi absen kerja tanpa alasan.

Wartawan BBC untuk Asia Tenggara, Jonathan Head, melaporkan kasus ini menggambarkan betapa sebuah negara kecil seperti Singapura tergantung pada tenaga kerja asing untuk mengisi lapangan kerja kasar.