Korban Topan Bopha bertambah

  • 5 Desember 2012
Jalur menuju kawasan bencana tetrutup reruntuhan pohon atau tanah longsor.

Korban tewas akibat topan Bopha yang menghantam selatan Filipina terus bertambah.

Lebih dari 100 orang diyakini tewas setelah Topan Bopha menghantam pulau Mindanao, Selasa (04/12).

Puluhan ribu warga lainnya dievakuasi keluar dari kawasan bencana topan, yang sekarang melintas di bagian barat pulau Palawan.

Di desa Andap di kota New Bataan, setidaknya 43 orang tewas akibat banjir bandang yang disebabkan oleh topan.

Air dan lumpur membanjiri lereng gunung, menimbun sebuah sekolah dan balai desa yang tengah digunakan sebagai pusat evakuasi.

"Mereka mengira telah berada di tempat yang aman, tetapi mereka tidak mengetahaui bahwa hujan deras disertai tanah longsor tengah mengarah ke mereka,'' kata Arturo Uy, Gubernur Provinsi Compostela Valley kepada media setempat.

Jalan yang menuju kota itu juga terblokir oleh reruntuhan, tetapi militer mengatakan akan mengirim helikopter ke kawasan bencana.

Menteri Kesejahteraan Sosial Corazon Soliman mengatakan kantung mayat dan perlengkapan darurat lainnya telah dikirim juga ke kawasan yang terpengaruh bencana.

"Jenazah ditinggalkan di lapangan terbuka di New Bataan dan kami tidak ingin mengambil resiko penyebaran penyakit,'' katanya kepada AFP.

Banyak kendala

Di kota Cateel, 95% bangunan hancur akibat topan.

Provinsi Compostela Valley, terletak di kawasan timur pulau Mindanao merupakan kawasan yang terparah. Provinsi Davao Oriental juga terkena imbas yang parah, dengan korban jiwa sekitar 50.

Gubernur Davao Oriental Corazon Malanyaon mengatakan jalan menuju lusinan kota tertutup akibat reruntuhan pohon dan jembatan yang runtuh.

Kepada media setempat dia mengatakan, ada banyak kendala untuk menuju lokasi bencana.

Laporan sementara mengindikasikan bahwa di satu kota, Cateel, 95% bangunan hancur. 23 orang tenggelam atau tertimbun reruntuhan pohon atay bangunan, tambahnya.

Di sejumlah provinsi lainnya, tim penyelamat dilaporkan berhasil menarik lusinan orang yang terjebak dalam lumpur, kebanyakan langsung dirawat di pusat evakuasi atau rumah sakit. Kebanyakan korban mengalami luka-luka di wajah atau bagian badan lainnya.

Sejumlah orang juga dilaporkan hilang, termasuk sembilan tentara, kata seorang pejabat militer.

Lusinan penerbangan domestik dan layanan penyeberangan kapal ferry di kawasan pusat dan selatan Filipina dihentikan, dan sekolah serta bisnis ditutup hingga topan selesai melintas.

Topan diperkirakan bergerak ke Laut Cina Timur pada Kamis (06/12) setelah melintasi Palawan.

Topan Bopha muncul setahun setelah Topan Washi menewaskan lebih dari 1.500 orang di selatan Filipina.

Tophan Washi melintas dari 16 hingga 18 Desember tahun lalu, menghancurkan kota Cagayan de Oro dan Iligan.

Kebanyakan korban yang tewas saat tertidur ketika Topan Washi berlangsung dan menyapu pinggir sungai yang menyebabkan tanah longsor.

Kali ini warga telah mendapatkan peringatan dan PBB mengatakan ini merupakan indikasi bagaimana persiapan yang cukup bisa menyelamatkan jiwa.

Berita terkait