Presiden Venezuela akan dioperasi lagi

  • 9 Desember 2012
Presiden Hugo Chavez
Image caption Chavez merahasiakan jenis kanker yang dideritanya dari publik Venezuela.

Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan akan kembali ke Kuba pada hari Minggu (9/12) untuk menjalani lagi operasi untuk penyakit kanker yang dideritanya.

Padahal pemimpin Venezuela itu baru kembali ke Caracas Jumat (7/12) dari perawatan terakhirnya di sana.

Dalam sebuah pernyataan melalui televisi, Presiden Chavez mengatakan "sangat penting" baginya menjalani perawatan, dengan menambahkan bahwa makin banyak sel ganas yang ditemukan dalam tubuhnya.

Pria berusia 58 tahun itu sudah menjalani tiga kali operasi kanker di Kuba sejak pertengahan tahun lalu, namun hanya sedikit rincian yang diketahui publik tentangnya.

Dari istana keperesidenan Miraflores, Presiden Chavez berpesan jika kesehatannya gagal dipulihkan dan pemilu baru harus digelar maka pendukungnya diminta memberikan dukungan pada wakilnya, Nicolas Maduro.

Menurut wartawan setempat, ini adalah kali pertama Chavez menyebut-nyebut nama seorang penerus kekuasaannya.

"Sayangnya, dalam rangkaian tes terakhir yang melelahkan ini para dokter menemukan sel ganas di wilayah yang sama. Maka sangat penting, sangat mendasar, bagi saya untuk melakukan intervensi pembedahan baru," katanya.

"Dengan izin Tuhan, seperti pada beberapa kesempatan sebelumnya, kita akan akhiri situasi ini dengan kemenangan."

Dalam kunjungan terakhirnya ke Kuba, Chavez mengatakan mnerima perawatan terapi "hyperbaric oxygenation", yang membantu pasien mengatasi efek perawatan dengan radiasi.

Presiden Chavez sudah berbulan-bulan menjalani operasi dan perawatan medis di Kuba sejak didiagnosa dengan penyakit mematikan itu Juli 2011.

Pada bulan Mei lalu, dia mengumumkan dirinya sudah bebas dari kanker.

Namun hingga kini tak ada penjelasan resmi apa jenis kanker yang diidapnya, juga penjelasan mengapa Chavez lebih suka dirawat di Kuba daripada di negerinya sendiri sehingga menimbulkan kritik kubu oposisi tentang pentingnya transparansi.

Berita terkait