PBB desak akses pengungsi Kachin dibuka

Pengungsi di Kachin
Image caption Bantuan hanya mencapai para pengungsi yang berada di kawasan pemerintah Burma.

Pejabat urusan kemanusiaan PBB mendesak agar dibuka akses atas 40.000 pengungsi akibat pertempuran antara pasukan pemerintah Burma dan kelompok pemberontak Kachin.

Valerie Amos -yang sedang berkunjung di negara bagian Kachin, Burma utara- menyatakan para pengungsi tersebut amat memerlukan bantuan.

Dia menambahkan agar keputusan sehubungan dengan masalah keamanan diserahkan kepada lembaga-lembaga bantuan yang bersangkutan.

Wartawan BBC, Jonah Fischer, yang meliput kunjungan tersebut, melaporkan selama delapan belas bulan belakangan militer Burma hanya mengizinkan sebagian kecil kendaraan yang membawa bantuan masuk ke kawasan itu.

Pasokan bantuan memang sudah mencapai sebagian pengungsi, khususnya yang berada di kawasan pemerintah, namun mereka mengatakan tidak bisa mencapai tempat yang dikuasai kelompok pemberontak karena masalah keamanan.

Bentrokan marak kembali antara pasukan pemerintah dan kelompok pemberontak Kachin sejak Juni tahun lalu setelah masa gencatan senjata yang panjang.

Awal Maret tahun ini, kedua pihak sudah melalukan pembicaraan untuk menjajaki kesepakatan damai namun tampaknya belum membuahkan hasil.

Sebanyak 75.000 orang terpaksa mengungsi akibat konflik itu dan diperkirakan sekitar 40.000 masih belum mendapat bantuan.

Berkunjung ke Rohingya

Sebelumnya, Rabu 5 November, Valerie Amos juga berkunjung ke kamp-kamp pengungsi warga Rohingya di negara bagian Rakhine dan mengatakan terkejut dengan kondisi mereka.

"Sayangnya kami sebagai PBB tidak bisa masuk dan melaksanakan berbagai pekerjaan yang bisa kami lakukan atas para pengungsi, jadi kondisi mereka amat buruk," tuturnya.

Menurutnya, upaya PBB untuk membantu terhambat oleh masalah visa dan administrasi maupun kurangnya dana.

PBB baru menerima sepertiga dari dana sebesar US$65 juta yang dibutuhkan untuk operasi di Rakhine dan Amos meminta agar masyarakat internasional memberi sumbangan lebih banyak.

Dia juga mendesak agar pemerintah Burma memperbaiki kondisi di tempat-tempat penampungan sementara dan mengupayakan rekonsiliasi antar kelompok masyarakat yang bertikai.

Lebih dari 135.000 orang mengungsi di Rakhine karena kekerasan antar umat Islam dan Buddha yang marak sekitar enam bulan lalu. Sebagian besar pengungsi adalah warga Rohingya yang memeluk agama Islam.

Berita terkait