Pemimpin Hamas Khaled Meshaal tiba di Gaza

Khaled Meshaal
Image caption Khaled Meshaal masuk ke Jalur Gaza dari Mesir melalui pos perbatasan Rafah.

Pemimpin Hamas yang tinggal di pengasingan, Khaled Meshaal, tiba di Jalur Gaza dalam kunjungan pertama ke wilayah Palestina sejak ia masih kecil.

Setelah melintasi pos perbatasan antara Mesir dan Gaza pada Jumat (07/12), Meshaal melakukan sujud syukur di tanah Palestina dan disambut oleh puluhan pejabat dari berbagai faksi.

Di antara yang menyambut adalah Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh.

Dengan ditemani wakilnya, Mussa Abu Marzuk, Meshaal, 56, mengatakan ia selalu memikirkan Gaza.

"Gaza selalu berada di hati saya. Saya datang ke Gaza karena tempat ini tidak pernah terlupakan," kata Meshaal.

"Saya meninggalkan Tepi Barat pada 1967, inilah untuk pertama kalinya saya berkunjung ke Palestina setelah 37 tahun. Inilah untuk pertama kalinya saya mendapat kehormatan untuk bertemu dengan Gaza dan rakyatnya yang menyenangkan," tambah pemimpin Hamas.

Bangkai mobil

Meshaal dijadwalkan berada di Gaza selama 48 jam dan menghadiri peringatan ke-25 berdirinya gerakan Hamas yang kini menguasai Jalur Gaza.

Para pejabat faksi utama Palestina, Fatah, yang digulingkan oleh Gaza dari Hamas lima tahun lalu, juga turut menghadiri peringatan berdirinya Hamas.

Hamas memandang kunjungan Khaled Meshaal sekaligus sebagai perayaan atas "kemenangan" menyusul gencatan senjata antara Israel dan Hamas bulan November

"Khaled Meshaal kembali setelah kemenangan," kata seorang pejabat Hamas, Mahmoud Al-Zahar.

Kunjungan Meshaal terjadi dua minggu setelah pertempuran sengit antara Hamas dan Israel berakhir. Pertempuran pecah pada 4 November ketika serangan Israel ke Gaza menewaskan pemimpin militer Hamas, Ahmed Jaabari.

Tidak lama setelah tiba di Gaza, Meshaal dipertunjukkan bangkai mobil Jaabari yang terkena serangan Israel. Bangkai mobil sengaja diangkut ke Rafah dalam rangka kunjungan Khaled Meshaal.

Berita terkait