Burma meminta maaf ke biksu

  • 8 Desember 2012
burma monk
Image caption Lebih dari 20 biksu terluka saat polisi membubarkan aksi massa penentang tambang tembaga.

Pemerintah Burma meminta maaf karena menyerang biksu Budha dalam operasi polisi di luar tambang tembaga sembilan hari lalu.

Lebih dari 50 orang, termasuk 20 biksu terluka saat polisi membubarkan aksi massa anti perluasan tambang tembaga.

Sejumlah korban mengalami luka bakar parah akibat alat pembakar yang dilemparkan polisi.

Aksi pembubaran ini merupakan aksi terkeras yang dilakukan sejak pemerintah reformis Burma berkuasa tahun lalu.

Wartawan BBC melaporkan, permintaan maaf ini menggambarkan kegugupan pemerintah atas peran biksu, yang dihormati oleh masyarakat.

Mereka sering mengambil peran sosial dan politik, membawa mereka masuk ke dalam konflik dengan pihak berwenang.

Menteri Urusan Agama Myint Maung kepada delegasi biksu senior mengatakan polisi menyesali adanya korban luka, yang disebut sebagai tindakan yang ''tidak kompeten''.

Dia mengatakan pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk mencegah agar insiden serupa tidak terjadi lagi.

Perusahaan bersama

Pemerintah telah membentuk sebuah komisi untuk menyelidiki insiden ini, yang dipimpin oleh pemimpin oposisi Aung Sung Suu Kyi.

Suu Kyi telah sebelumnya telah mendatangi kawasan bentrokan Jumat kemarin dan mendesak pemerintah meminta maaf kepada para biksu.

Delapan orang dituntut dalam aksi protes yang berujung dengan kekerasan tersebut. Mereka dilaporkan ditahan di penjara Insein, Rangoon.

Tambang tembaga Monywa terletak di utara Burma dan merupakan perusahaan bersama antara perusahaan Cina dan perusahaan Myanmar, yang dimiliki militer Burma.

Ratusan orang diduga dipaksa menyerahkan tanah mereka untuk memuluskan renca perluasan tambang senilai US$1 miliar.

Lebih dari 7.800 hektar tanah dicaplok untuk perluasan tambang, dan kerusakan lingkungan juga dilaporkan terjadi di kawasan tersebut.

Aktivis meminta proyek ini dihentikan sementara waktu agar penyelidikan bisa dilakukan, tetapi Cina bersikeras bahwa semua pihak telah mencapai kesepakatan atas poin yang diperdebatkan.

Berita terkait