Scotland Yard hubungi polisi Australia tangani kematian perawat Kate

  • 9 Desember 2012
nurses_suicide
Polisi memeriksa kondisi di kediaman Jacintha Saldanha

Scotland Yard mengatakan mereka telah menghubungi kepolisian Australia terkait dengan kematian perawat yang mengangkat telepon tipuan menanyakan tentang kondisi kesehatan Duchess of Cambridge atau Kate Middleton.

Perawat bernama Jacintha Salsdanha,46 tahun meninggal pada hari Jumat (07/12) lalu setelah dia menerima telepon dari penyiar radio Sydney 2Day FM yang berpura-pura sebagai Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles.

Kedua penyiar itu melakukan aksi tipuan tersebut untuk mengetahui kondisi Duchess of Cambridge yang menjalani perawatan di RS King Edward VII sejak Senin (3/12) hingga Kamis (6/12) lalu karena mengalami mual di pagi hari yang akut.

Saat itu Saldanha - yang tinggal dekat dengan RS King Edward VII - merupakan orang yang menjawab telepon dari kedua penyiar Australia dan bukan perawat yang menyampaikan kondisi medis Kate Middleton.

Percakapan itu sendiri kemudian disiarkan oleh kedua penyiar tersebut.

Kasus ini kemudian mendapat perhatian dari Scotland Yard dan pekan ini pemeriksaan terhadap peristiwa yang melatari bunuh diri tersebut akan mulai dilakukan.

"Petugas telah melakukan kontak dengan pihak keamanan di Australia," kata Juru Bicara Kepolisian Metropolitan London saat ditanya soal adanya kontak resmi dengan pemerintah Australia.

Perdebatan hukum

Penyelidikan terhadap sejumlah kematian dengan kondisi tertentu kerap dilakukan oleh kepolisian Inggris diantaranya adalah kasus kematian mendadak.

Setelah melaporkan kepada petugas medis yang menangani korban yang tewas mereka juga kemudian bisa menyelidiki kondisi penyebab kematian tersebut.

Sementara itu di Australia, Kepolisian New South Wales mengatakan kepada wartawan bahwa belum ada permintaan tindakan khusus dari kepolisian Inggris dalam kasus ini namun mereka siap membantu jika diminta.

"Yang saya bisa katakan saat ini adalah ada indikasi bahwa Kepolisian Metropolitan London berharap bisa berbicara dengan mereka yang terkait dengan insiden ini dari Radio 2Day FM," kata Nick Kaldas dari Kepolisian New South Wales.

"Namun kami belum diminta untuk melakukan langkah apapun dan kami juga belum diminta untuk menanyai orang-orang yang terkait dengan hal ini atau menyiapkan hal tersebut."

Wartawan BBC di Sydney, Phil Mercer menyebutkan sejumlah pengamat hukum menilai kedua penyiar itu tidak bisa dituntut baik di Inggris maupun di Australia karena mereka tidak menunjukan niat untuk melakukan kejahatan atau tindakan yang bersalah.

Meski demikian kedua penyiar itu bisa dikaitkan dengan undang-undang di South Wales yang melarang seseorang untuk menyiarkan percakapan pribadi dengan menggunakan perangkat dengar.

Pengelola stasiun radio tersebut sebelumnya telah mengatakan bahwa awak mereka tidak melakukan pelanggaran apapun karena percakapan dengan sang perawat tidak disiarkan langsung dan direkam terlebih dahulu, selain itu langkah mereka untuk menyiarkan percakapan itu juga telah disetujui oleh pengacara mereka.

Berita terkait