Penembakan Connecticut tewaskan murid dan guru

  • 15 Desember 2012
Barack obama connecticut shooting
Image caption Presiden Obama: "Hibur mereka yang hancur hatinya dan sembuhkan luka mereka."

Dua puluh anak dan enam orang dewasa meninggal dunia dalam penembakan di sebuah sekolah dasar di negara bagian Connecticut, kata polisi.

Pelaku penembakan dinyatakan tewas namun identitasnya belum secara resmi diumumkan.

Tetapi pejabat berwenang mengatakan pada media AS bahwa pelaku adalah pemuda berusia 20 tahun yang merupakan anak kandung salah seorang guru di sekolah itu.

Tragedi ini adalah penembakan di sekolah yang terburuk di AS, dengan jumlah korban nyaris setara dengan peristiwa serupa di kampus Virginia Tech pada 2007.

Saat itu 32 orang meninggal dunia termasuk seorang warga negara Indonesia.

Laporan-laporan sebelumnya mengatakan bahwa pelaku adalah Ryan Lanza, 24, namun kemudian informasi itu dikoreksi dan pelaku adalah adiknya, Adam.

Adam membunuh ibunya sendiri, Nancy Lanza, sebelum mendatangi sekolah tempat Nancy mengajar.

Ryan Lanza menjalani interogasi polisi, seperti dilaporkan kantor berita Associated Press dan New York Times tapi ia belum dinyatakan sebagai tersangka.

'Tempat teraman di Amerika'

Image caption Keluarga korban berkumpul di dekat TKP

POlisi Letnan Paul Vance mengatakan 18 anak dinyatakan tewas di tempat dan dua lainnya meninggal di rumah sakit. Enam orang guru serta pelaku penembakan dinyatakan meninggal di lokasi.

Satu orang terluka dan polisi yang sedang menyelidiki TKP kedua di Newtown dimana satu korban tewas lain ditemukan, diketahui sebagai ibu pelaku.

POlisi juga dilaporkan menyelidiki sebuah lokasi di Hoboken, New Jersey, namun belum diketahui apakah hal itu terkait dengan penembakan.

Mengenakan baju hitam dan rompi anti peluru, pelaku diduga membawa sejumlah senjata, meski belum jelas apakah ia menggunakan lebih dari satu senjata.

Senjata itu meliputi dua pistol, sebuah Glock dan Sig Sauer, dan senapan kaliber 223.

Pembantaian itu terjadi di dua ruang kelas di satu sayap gedung sekolah, kata polisi.

Seorang orang tua murid, Stephen Delgiadice, yang anak perempuannya berada di sekolah Sandy Hook dan selamat, mengatakan penembakan itu mendatangkan trauma bagi kota kecil tersebut.

"Hal ini sangat menakutkan, terutama di Newtown, Connecticut, yang selalu kami anggap sebagai tempat teraman di Amerika," kata Delgiadice pada Associated Press.

Upacara mengenang para korban berlangsung di gereja Newtown. Warga berdatangan hingga ke halaman gereja saat Gubernur Connecticut Dannel Malloy berbicara pada masyarakat.

Ia menyebut serangan itu sebagai "tragedi yang tidak terperikan," dan mengatakan "anda tidak akan pernah bisa menyiapkan diri" untuk peristiwa seperti ini.

Di Washington, sekitar 200 orang menyalakan lilin untuk para korban di luar Gedung Putih.

'Kemurnian yang terenggut'

Penembakan itu adalah serangan bersenjata terbesar ketiga di AS dalam 2012.

Bulan Juli lalu, seorang pria membunuh 12 orang saat pemutaran perdana film Batman di Aurora, Colorado. Pada bulan Agustus, enam orang tewas di kuil Sikh di Wisconsin.

Pekan ini dua orang meninggal dunia dalam penembakan di sebuah mal di Oregon.

Di Gedung Putih, Presiden Barack Obama dengan berairmata menyebut insiden-insiden itu sebagai "aksi tanpa makna...terlepas dari politik."

"Hati kita hancur hari ini, untuk para orang tua, kakek dan nenek, kakak dan adik dari anak-anak ini, dan untuk keluarga dari orang-orang dewasa yang meninggal dunia."

Obama menyatakan belasungkawa untuk keluarga para korban selamat, mengatakan, "kemurnian anak-anak mereka telah terenggut terlalu awal, dan tidak ada kata yang dapat meredakan derita mereka."

Ia menghapus air matanya saat mengatakan "duka cita luar biasa" untuk korban yang meninggal dunia.

Bendera AS di Capitol Hill diturunkan setengah tiang untuk mengenang para korban.

Berita terkait