Dunia kecam pembunuhan petugas vaksinasi polio Pakistan

pakistan polio
Image caption Warga Karachi berduka atas pembunuhan tersebut

Pembunuhan lima petugas vaksinasi polio di Pakistan, mendapat kecaman dari berbagai organisasi internasional dan pemimpin dunia.

Para korban ditembak mati di tempat terpisah dalam rentang waktu 20 menit di kota Karachi dan Peshawar.

Program pemberantasan polio yang disponsori PBB dibekukan di Karachi. Polio adalah penyakit endemik di Pakistan.

Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas pembunuhan tersebut tapi Taliban telah mengeluarkan ancaman terhadap kampanye anti polio.

Pernyataan bersama WHO-UNICEF mengatakan serangan itu "merampas hak populasi paling rentan di Pakistan, yaitu anak-anak, dari intervensi kesehatan dasar untuk menyelamatkan jiwa mereka."

"Kami menyerukan pada para pemimpin komunitas yang terdampak dan semua pihak yang berkepentingan untuk melakukan upaya maksimal dalam melindungi pekerja dan menciptakan lingkungan yang aman sehingga kami bisa memenuhi kebutuhan kesehatan anak-anak Pakistan," kata pernyataan itu.

Juru bicara PBB Martin Nesirky mengatakan Sekjen PBB Ban Ki-moon mengutuk "serangan yang tidak berperikemanusiaan dan tidak termaafkan pada para pekerja kesehatan" dan akan bertemu dengan duta besar Pakistan di PBB Masood Khan.

'Operasi intelijen terselubung'

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland juga mengutuk serangan itu dan mengatakan, "Serangan apa pun terhadap pekerja kesehatan di mana saja di dunia tidak dapat diterima."

Di Waziristan, yang merupakan markas milisi Islam, larangan Taliban terhadap kampanye anti polio, yang ditujukan sebagai protes atas serangan pesawat tanpa awak AS dan karena mereka curiga kampanye kesehatan adalah operasi intelijen terselubung, membahayakan kesehatan 240.000 anak.

Kampanye anti polio diluncurkan di Pakistan hari Senin. Pemerintah setempat mengancam akan menghukum pemuka masyarakat yang menolak mengizinkan anak mereka diimunisasi.

Taliban menolak semua program kesehatan di Pakistan setelah terungkap bahwa kampanye vaksinasi hepatitis adalah operasi CIA untuk melacak keberadaan Osama Bin Laden pada 2011.

Milisi menculik dan membunuh pekerja LSM asing untuk menghentikan kampanye imunisasi yang mereka tuduh sebagai upaya mata-mata.

Berita terkait