Permukiman baru Israel terus dikecam

Pembangunan pemukiman
Image caption Israel tetap melanjutkan pembangunan pemukiman baru di wilayah pendudukan.

Rencana Israel membangun permukiman baru di Jerusalem Timur mendapat kecaman keras dari berbagai pihak di dunia dengan alasan pembangunan ini akan merongrong prospek perdamaian.

Uni Eropa menyatakan menentang keras pembangunan permukiman baru di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

"Saya menentang keras perluasan permukiman di sekitar Jerusalem," kata kepala urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton pada Kamis (20/12).

"Uni Eropa teruma menentang penerapan rencana yang sangat membahayakan prospek penyelesaian konflik," tambahnya.

Nabil Abu Rudeina, juru bicara presiden Palestina Mahmud Abbas memperingatkan bahwa Israel akan dimintai pertanggungjawaban atas pembangunan permukiman.

Reaksi PBB

Kecaman juga disampaikan oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon yang mengatakan Israel menempuh langkah berbahaya.

Seluruh anggota Dewan Keamanan PBB, kecuali Amerika Serikat, mengecam rencana Israel dengan alasan akan mengancam solusi dua negara.

Israel mengumumkan akan memperluas pembangunan permukiman di wilayah pendudukan setelah Palestina mendapatkan kenaikan status di PBB, dan kemarin para pejabat Israel menegaskan kembali rencana tersebut.

Izin pembangunan lebih dari 2.600 unit rumah di daerah Givat Hamatos telah disetujui. Ini akan menjadi permukiman baru pertama di Jerusalem Timur sejak 1997.

Berita terkait