Dibunuh karena dituduh menodai Quran

  • 22 Desember 2012
Quran
Penistaan agama merupakan masalah yang amat peka di Pakistan.

Sekelompok orang di Pakistan menyerbu kantor polisi dan memukul hingga tewas seorang pria Muslim yang dituduh menodai Quran.

Jenazahnya kemudian ditarik ke luar dari kantor polisi dan dibakar, seperti dituturkan oleh sejumlah saksi mata.

Korban yang tidak diketahui namanya itu diserahkan ke polisi setelah halaman Quran yang terbakar ditemukan di sebuah masjid di kawasan Dadu, sekitar 300km dari Karachi, kota terbesar di Pakistan.

Pria tersebut menginap di masjid pada malam sebelumnya.

Namun beberapa jam setelah dia diserahkan ke kantor polisi, sekitar 200 orang menyerbu kantor polisi dan memukuli korban dan membakar jenazahnya.

Kepala Kepolisian Wilayah Dadu, Usman Ghani, mengatakan kepada BBC bahwa insiden tersebut direkam dengan menggunakan telepon genggam. Polisi sedang mempelajarinya untuk mengidentifikasi para pelaku pembunuhan.

Masalah peka

Tuduhan penistaan agama atas Rimsha Masih akhirnya dicabut.

Sejauh ini 30 orang sudah ditangkap sementara kepala polisi setempat dan lima aparat ditangkap karena dianggap gagal melindungi pria tersebut.

Wartawan BBC, Shahzeb Jillani, melaporkan penistaan agama merupakan masalah yang amat peka di Pakistan.

Belum lama ini seorang remaja Kristen, Rimsha Masih, ditangkap karena tuduhan penistaan agama dan kasus ini mendapat perhatian internasional.

Belakangan dakwaan atas Masih dicabut setelah seorang tetanggannya mengatakan dia diperangkap dengan tujuan diduga untuk mengusir warga Kristen dari tempat keluarga Masih tinggal di Islamabad.

Tahun 2011, dua politisi terkemuka -yaitu Gubernur Provinsi Punjab, Salman Taseer, dan Menteri Urusan Agama Minoritas, Shahbaz Bhatti- dibunuh karena secara terbuka menentang undang-undang antiblaspemi yang kontroversial.

Berita terkait