Oposisi Mesir tuduh terjadi 'pelanggaran'

Referendum Mesir
Image caption Hasil resmi referendum Mesir akan diumumkan Senin (24/12).

Kelompok oposisi Mesir menuntut penyelidikan atas tuduhan pelanggaran dalam referendum rancangan konstitusi.

Fron Penyelamat Nasional menyatakan referendum diwarnai berbagai pelanggaran dan mereka mendesak komisi pemilihan melakukan penyelidikan.

Hasil tidak resmi menunjukkan rakyat setuju atas rancangan undang-undang yang menurut Presiden Mohammed Morsi akan menyelamatkan demokrasi.

Pihak oposisi mengatakan konstitusi itu menguntungkan kelompok Islamis dan mengangkat perpecahan.

Hasil resmi akan diumumkan hari Senin (24/12).

Bila konstitusi itu diloloskan, pemilihan umum akan dilaksanakan dalam waktu tiga bulan.

TPS dibuka sampai malam

Dalam periode sebelum pemilu, kewenangan legislatif akan berada di tangan Morsi.

Sejumlah media resmi menyebutkan sekitar 63% pemilih mendukung rancangan konstitusi, menyusul putaran terakhir referendum yang diselenggarakan Sabtu (22/12).

Jumlah warga yang memberikan suara dalam referendum diperkirakan sekitar 30%.

Kelompok oposisi Fron Penyelamat Nasional mengatakan sejumlah pelanggaran yang terjadi termasuk tempat pemungutan suara dibuka sampai malam sehingga kelompok Islamis dapat mempengaruhi pemilih.

Juru bicara pihak oposisi Amr Hamzawy mengatakan dalam jumpa pers di Kairo, "Kami meminta komisi untuk menyelidiki pelanggaran sebelum mengumumkan hasil resmi."

Berita terkait