Penyelidikan khusus atas pemerkosaan di India

Unjuk rasa di India
Image caption Unjuk rasa terus berlangsung mengungkapkan kemarahan atas pemerkosaan 10 hari lalu.

Pemerintah India memerintahkan penyelidikan khusus atas insiden pemerkosaan seorang mahasiswi di dalam bus di ibukota Delhi.

Pemerkosaan yang terjadi sepuluh hari lalu itu memicu kemarahan warga India yang menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah menyelidikinya dengan tuntas dan menjamin keamanan bagi kaum perempuan.

Pensiunan hakim, Usha Mehra, akan memimpin penyelidikan yang akan mengidentifikasi kealpaan di pihak polisi maupun pihak berwenang lain di India sehubungan dengan kasus tersebut.

Sejauh ini enam orang -termasuk supir bus- sudah ditangkap dan dua polisi diberhentikan untuk sementara.

Dokter di Rumah Sakit Safdarjung mengatakan kondisi korban dilaporkan mulai membaik namun dia masih tetap membutuhkan bantuan mesin penopang hidup.

Pemerkosaan atasnya memicu gelombang aksi unjuk rasa dan terjadi bentrok antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa di beberapa tempat.

Masih berlangsung

Image caption Pengunjuk rasa menuntut jaminan perlindungan atas perempuan.

Seorang polisi di Delhi tewas karena diserang para pengunjuk rasa sementara lebih dari 100 orang lain cedera.

Hingga Rabu 26 Desember, unjuk rasa masih berlangsung di Delhi walaupun Perdana Menteri India, Manmohan Singh, sudah meminta agar warga tenang dan berjanji akan mengambil tindakan untuk menjamin perlindungan atas perempuan.

Sekelompok pengunjuk rasa melakukan aksi membakar boneka kertas laki-laki yang mencerminkan pelaku pemerkosaan.

Kepolisian sudah kembali membuka kembali jalan-jalan utama di Delhi yang sempat ditutup sejak Senin awal pekan ini untuk meredakan aksi unjuk rasa.

Pemerkosaan di dalam bus Minggu 16 Desember itu terjadi ketika korban sedang dalam perjalanan usai menonton film dan polisi mengatakan dia diperkosa sampai setengah jam oleh beberapa orang sementara teman prianya dipukuli dengan tongkat besi.

Berita terkait