AS tutup kedubes di Republik Afrika Tengah

Berita terkini

AS mengatakan telah mengevakuasi staf kedutaan besarnya di Republik Afrika Tengah menyusul ancaman pemberontak di ibukota Bangui.

Departemen Luar Negeri mengatakan tidak memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah tetapi memperingatkan warga AS untuk tidak melakukan perjalanan ke Republik Afrika Tengah selama kerusuhan.

Sebelumnya, Presiden Republik Afrika Tengah Francois Bozize meminta agar AS dan Prancis membantu untuk pemerintah untuk menghalangi pemberontak.

PBB mengatakan mengevakuasi sejumlah staf di negara itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Patrick Ventrell mengatakan telah menutup sementara operasi dan menyebutkan duta besar dan Stafnya telah meninggalkan negara itu.

"Keputusan ini dilakukan karena kekhawatiran masalah keamanan personil kami dan tidak ada kaitannya dengan hubungan diplomatik antara AS dan Republik Afrika Tengah," kata dia dalam sebuah pernyataan.

Wartawan BBC di Bangui mengatakan pemberontak dapat saja meluncurkan serangan dalam beberapa hari.

Pada Minggu, pemberontak menguasai bagian utara kota Bambari, yang merupakan kota ketiga terbesar di negara itu. Mereka pun mengepung pertambangan batu bara yang berada di sekitar Bria.

Berita terkait